aa
Menkeu pada acara Capital Market Summit & Expo 2019 bertema “Kontribusi Pasar Modal di Bidang Sumber Daya Manusia melalui Pendidikan Tinggi dan Vokasi” di Assembly Hall Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (23/08).

JAKARTA.NIAGA.ASIA-Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mendorong sektor swasta untuk lebih aktif dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia menuju Indonesia unggul. Pemerintah telah, sedang, dan akan terus memberikan insentif atas kegiatan-kegiatan yang mendukung peningkatan kualitas dan daya saing SDM Indonesia di era revolusi industri 4.0.

Hal ini disampaikan Menkeu pada acara Capital Market Summit & Expo 2019 bertema “Kontribusi Pasar Modal di Bidang Sumber Daya Manusia melalui Pendidikan Tinggi dan Vokasi” di Assembly Hall Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (23/08).

“Kita memiliki berbagai policy untuk meningkatkan peranan swasta di dalam peningkatan kualitas SDM. Sekarang sudah dikeluarkan PP (Peraturan Pemerintah) dalam bentuk insentif perpajakan bagi swasta yang menggunakan untuk pendidikan vokasi. (Bukan hanya insentif perpajakan, Pemerintah memberikan) super deduction artinya jika (swasta) menggunakan anggaran Rp100 juta yang diklaim bisa dua kali dari 100 juta. Untuk inovasi dan riset, super deduction-nya bisa triple,” jelas Menkeu.

Lebih lanjut, Menkeu mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan para stakeholders di sektor pasar modal dapat menangkap peluang tersebut untuk berinovasi menciptakan instrumen pembiayaan yang sehat dan menguntungkan yang mampu menarik masyarakat untuk berinvestasi.  “

“Pemerintah akan memberikan insentif yang tepat apabila hasil investasi tersebut digunakan antara lain untuk membiayai kegiatan yang mendukung peningkatan kualitas SDM di Indonesia,” kata Menkeu.

Senada dengan Menkeu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga merupakan Wakil Presiden Terpilih 2019-2024 Ma’ruf Amin turut mendorong pihak swasta dan pelaku pasar modal dalam peningkatan kualitas SDM Indonesia melalui berbagai instrumen yang menguntungkan dan berkelanjutan. (001)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *