aa
Gubernur Kaltim, H Awang Faroek Ishak didampingi Panglima Kodam VI Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto dan Kapolda Kaltim Irjen Pol. Priyo Widyanto memimpin rapat persiapan pelaksanaan Pemilu 2019 di Kaltim, Senin (17/9). (Foto Penrem 091/Asn)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA- Salah satu hal yang perlu di waspadai di Pemilu 2019 adalah  kelompok masyarakat yang belum ada  kedewasaan dalam mendukung salah satu figur Capres yang fanatik sebab, dapat memicu kerawanan konflik dan isu hoax media elektronik.

“Camat, Babinsa, Babinkamtipmas dan kepala desa perlu di antisipasi hal menonjol menjelang pemilu agar tidak terjadinya konflik. Lakukan pembinaan  melalui 3 pilar guna mencegah terjadinya konflik di masing masing intansi,” kata Panglima Kodam VI Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto ketika berbicara di Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) Provinsi Kaltim di Samarinda, Senin (17/9)

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak memimpin langsung Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah  (Forkopimda) Kalimantan Timur, sebagai persiapan  menghadapi Pemilihan Umum serentak 2019, Senin (17/9/2018). Rapat Forkopimda ini dilaksanakan dengan tiga pilar, Pemprov Kaltim,  Polri dan TNI.

Gubernur didampingi oleh Panglima Kodam VI Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto dan Kapolda Kaltim  Irjen Pol. Priyo Widyanto. Hadir dalam acara tersebut diantaranya Ketua DPRD Prov Kaltim H Syahrun HS, Danrem 091/Asn Brigjen TNI Irham Waroihan S.Sos, Kajati Kaltim Ely Syahputra SH.MH, Binda Kaltim Muhtar, Pj Sekprov Kaltim Dr. Hj. Meiliana M.Si, Rektor Unmul Prof. Dr. Mas Jaya. Para Dandim, Kapolres, Bupati/Walikota, Danramil, Kapolsek, Camat , Babinsa, Babinkantibmas, dan Lurah se-Kaltim.

Rapat Koordinasi Forkopimda Provinsi Kalimantan Timur dengan Tema “Tingkatkan Sinergitas Pemerintah Daerah,TNI dan Polri dalam Rangka Menghadapi Pemilu Legeslatif dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden   2019”.

Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto   mengatakan rapat 3 pilar  sangat positif  untuk memberikan kesamaan dan arahan kepada anggota agar tidak keragu raguan untuk melaksanakan tugas dalam menghadapi pemilu serentak 2019.

“Dalam pelaksanan tugas pokok TNI di atur UU No 34 tahun 2014 ,OMP (Operasi Militer Perang) dan OMSP (Operasi militer selain perang)  di antaranya membantu Polri dalam tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang di atur undang undang. TNI siap membantu Polri selama pelaksanaan pemilu 2018/2019 sesuai prosedur yang berlaku,” jelas Pangdam.  Beberpa kerja sama yang positif TNI diantaranya melakukan pengobatan Gratis, Bedah rumah dan Bina Sosial ini sebagai wujud kepedulian TNI terhadap rakyat.

Sedangkan Gubernur Kaltim,  Awang Faroek Ishak mengatakan sukses dan keberhasilan pilpres tahun 2019 ini ditandai situasi aman dan kondusif. Dalam pelaksanaan pemilu akan dimulai beberapa tahapan dan semua pihak harus siap membantu KPU dalam mengamankan pelaksanaan pemilu 2019.

“Pimpinan tertinggi saat ini Presiden Joko widodo oleh karena itu diharapkan semua ASN diharapkan loyal terhadap presiden dan netral dalam pelaksanaan pilpres mendatang,” ujarnya. Kaltim mempunyai kerawanan 2.5 %. Hal ini harus menjadi catatan sendiri buat aparat keamanan di Kaltim. “Agama, Etnis dan Ras ini masih sangat rawan menjelang pilpres mendatang,” kata Awang Faroek. (001)

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *