
TENGGARONG.NIAGA.ASIA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) mencatat keberhasilan signifikan sepanjang tahun 2025, ditandai dengan hampir seluruh program dedikasi periode 2020–2025 berhasil direalisasikan.
Capaian penurunan angka stunting di Kukar bahkan menjadi yang terendah di Kalimantan Timur (Kaltim). Serta lanjut Sekretaris Daerah (Sekda) Sunggono Kasnu, tingkat kemiskinan di Kukar menembus level terendah sepanjang sejarah.
“Tugas saya adalah mengoordinasikan OPD agar target-target itu benar-benar terwujud. Dan dari 12 program dedikasi yang menjadi komitmen Bupati dan Wakil Bupati periode sebelumnya, hampir seluruhnya tercapai,” ungkapnya saat mengikuti kegiatan Odah Bekesah di RPK Kukar, Selasa (20/1/2026).
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat dua program dedikasi yang belum sepenuhnya memenuhi target. Pertama, program revolusi jagung, yang terkendala pada pencapaian luasan tanam sesuai target. Kemudian yang kedua, pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Untuk TPA, dari target enam TPA yang harus terbangun pada periode 2020–2025, baru dua yang selesai secara fisik dan pembiayaan. Empat lainnya masih tahap studi kelayakan (FS) dan detail engineering design (DED), tetapi prosesnya terus berjalan,” jelasnya.
Sunggono memastikan, bahwa penyelesaian pembangunan TPA tersebut akan dilanjutkan dan dituntaskan oleh pemerintahan saat ini, dibawah kepemimpinan Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin.
“Insyaallah di pemerintah sekarang itu akan diselesaikan,” tegasnya.
Pada Sektor Pembangunan Manusia (SPM), Sunggono menegaskan keberhasilan Kukar menekan angka stunting menjadi capaian paling menonjol. Dari sebelumnya berada di kisaran 27 persen, angka stunting di Kukar berhasil ditekan hingga sekitar 14,6 persen di tahun 2025, menjadikannya yang terendah di Kaltim.
Selain itu, angka kemiskinan di Kukar juga menunjukkan tren positif. Jika sebelumnya berada di angka 7,03 persen beber Sunggono, kini turun menjadi 6,96 persen.
“Sepanjang pemerintahan Kutai Kartanegara, belum pernah angka kemiskinan kita berada di bawah 7 persen. Ini merupakan capaian yang patut kita syukuri dan menjadi motivasi untuk terus ditingkatkan,” katanya.
Apabila dilihat dari sisi tata kelola keuangan daerah, Pemkab Kukar kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada tahun 2025.
Tak hanya itu, Kukar juga memperoleh Dana Insentif Daerah (DID) karena dinilai berhasil mengendalikan inflasi dan menjadi daerah terbaik di regional Kalimantan selama dua tahun berturut-turut.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan daerah kita berjalan dengan baik dan berdampak langsung pada stabilitas ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Sementara di bidang infrastruktur, capaian pembangunan pada tahun 2025 juga disebut Sunggono melampaui target, khususnya untuk pembangunan dan peningkatan kualitas jalan serta jembatan.
Target panjang jalan sekitar 200 kilometer yang ditetapkan dalam SK Bupati berhasil dilampaui, termasuk pembangunan jembatan di sejumlah wilayah.
Pencapaian tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan jalan utama, tetapi juga dibarengi dengan upaya peningkatan mutu jalan usaha tani di sejumlah wilayah.
Oleh karena itu, pelaksanaan pembangunan infrastruktur jalan di Kukar tidak semata-mata dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU), melainkan juga melibatkan Dinas Pertanian dan Perkebunan sesuai kewenangannya.
“Termasuk pembangunan jembatan di Kukar, alhamdulillah di tahun 2025 target kita juga sudah terpenuhi. Bahkan terbaru, kami terus mengupayakan terwujudnya pembangunan jembatan di wilayah Sebulu,” pungkasnya.
Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan
Tag: KemiskinanPemkab KukarStunting