
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri saat ini tengah merencanakan pembangunan jembatan penghubung Sangasanga – Anggana yang akan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim).
Infrastruktur strategis ini disiapkan untuk mempercepat waktu tempuh antarwilayah pesisir, membuka jalur alternatif dari Muara Jawa menuju Anggana hingga Bontang, serta mengurangi kepadatan arus lalu lintas yang selama ini bergantung pada jalur Samarinda.
“Kami sudah bicara dengan Pak Gubernur dan akan berkolaborasi menuntaskan beberapa infrastruktur vital yang ada di Kukar. Salah satunya, jembatan penghubung Sangasanga-Anggana,” ungkapnya di Gelora Kadrie Oening Samarinda, Jumat (9/1/2026).
Proyek pembangunan jembatan penghubung Sangasanga–Anggana tersebut kata dia, telah memasuki tahap perencanaan dan ditargetkan segera direalisasikan.
Saat ini, Pemkab Kukar dan Pemprov Kaltim tengah mematangkan pembahasan teknis, termasuk skema pembiayaan dan pembagian peran masing-masing pihak.
Kebutuhan anggaran untuk pembangunan jembatan diperkirakan mencapai Rp1,1 triliun. Sesuai kesepakatan awal, pendanaan proyek ini akan dilakukan secara kolaboratif dengan porsi masing-masing sebesar 50:50 antara Pemkab Kukar dan Pemprov Kaltim.
“Tahun ini perencanaannya sudah selesai, tinggal eksekusinya saja. Nanti anggarannya kita bagi dua, separuh dari Kukar dan separuh dari provinsi,” jelasnya.
Sinergi dan kolaborasi antara Pemkab Kukar dan Pemprov Kaltim sangat positif. Keduanya kata dia, saling ketergantungan. Hal tersebut dikarenakan provinsi tidak bisa berdiri sendiri, demikian pula Kukar.
Harapannya, jembatan ini menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya mobilitas masyarakat di wilayah pesisir Kaltim.
“Sehingga melalui kolaborasi yang kuat ini, pelaksanaan pembangunan diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” harapnya.
Sementara, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, membenarkan adanya rencana kolaborasi pendanaan pembangunan jembatan di daerah Sangasanga–Anggana. Menurutnya, proyek ini memiliki dampak besar terhadap konektivitas wilayah pesisir.
“Kalau jembatan ini sudah jadi, konektivitas dari Muara Jawa ke Sanga-Sanga, lanjut ke Anggana hingga Bontang bisa berjalan dengan baik. Ini bisa memecah arus lalu lintas, jadi tidak harus lagi melalui Samarinda,” terangnya.
Ia menyebutkan, jembatan tersebut berada di wilayah Sangasanga ke arah hilir, tepatnya di kawasan Sarijaya, dengan panjang sekitar 120 hingga 150 meter. Meski begitu, Pemprov Kaltim masih akan mendalami detail teknis dan kebutuhan anggaran secara menyeluruh.
“Untuk anggaran pastinya belum tahu, tapi insyaallah nanti kita setengah-setengah. Metodenya kolaborasi pendanaan,” bebernya.
Terkait kesiapan perencanaan, ia mengakui bahwa pembahasan saat ini masih di tahap awal. Namun, Seno menyebut Pemkab Kukar kemungkinan telah lebih dahulu menyiapkan perencanaannya.
“Kalau Pemkab Kukar mungkin sudah punya perencanaan. Nah, kita diskusikan sekarang pendanaannya,” pungkasnya.
Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan
Tag: InfrastrukturJembatan