
NUNUKAN.NIAGA.ASIA – Pemerintah Kabupaten Nunukan, melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Nunukan, mulai mendistribusikan 28 unit alat mesin pertanian (Alsintan) bantuan Kementerian Pertanian untuk masyarakat di Kecamatan Krayan yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
“Proses pengiriman sudah dimulai melalui jalur darat dengan estimasi waktu tiba di Karayan sekitar 9 sampai 12 hari,” kata Bupati Nunukan, Irwan Sabri pada Niaga.Asai, Sabtu (31/01/2026).
Alsintan yang dikirimkan meliputi 28 unit, terdiri dari 14 unit Jonder dan 14 unit Rotavator. Kehadiran alat pertanian ini diharapkan dapat meningkatkanproduksi pertanian masyarakat Krayan.
Pengiriman Alsintan ke wilayah Krayan merupakan perjuangan berat karena distribusi dimulai dari pulau Nunukan menyeberang menggunakan kapal LCT menuju Sei Ular, Sei Menggaris dan kemudian melintasi jalur darat hingga ke Kecamatan Lumbis.
“Setiba di Kecamatan Lumbis dilanjutkan lagi ke Kabupaten Malinau yang jalur daratannya berhubungan dengan Krayan,” kata Irwan.
Irwan menerangkan, pemerintah pusat maupun daerah berkewajiban memperhatikan kesejahteraan masyarakat di perbatasan RI dengan Malaysia, salah satu caranya adalah menyediakan kemudahan dalam berusaha atau bekerja.
Perhatian pemerintah terhadap masyarakat perbatasan tertuang dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2008, yang menyatakan wilayah perbatasan adalah halaman depan negara yang strategis untuk keamanan dan kesejahteraan.
“Bantuan Alsintan ini bukti negara hadir ditengah masyarakat hingga ke pelosok perbatasan Indonesia,” tuturnya.
Dengan dimulainya pengiriman Alsintan, Irwan meminta masyarakat Nunukan mendoakan kelancaran transportasi hingga bantuan yang telah lama dinantikan tiba dengan selamat sampai tujuan.
“Kita doakan saja Alsintan tiba di perbatasan Krayan dalam keadaan bagus, begitu pula staf dan petugas yang mengawal pengiriman dari Nunukan,” sebutnya.
Terpisah, Kepala DPKP Nunukan, Masniadi, mengatakan, distribusi Alsintan dilakukan minggu lalu dari Nunukan ke Sei Menggaris, kemudian alat sedikit demi sedikit dilansir menggunakan kendaraan truk menuju Malinau.
“Kalau dibilang berat, pastilah pastilah berat. Saya pilih staf yang siap mental dan fisik untuk mengawal pengiriman,” bebernya.
Pengiriman Alsintan yang berhari-hari sudah pasti membutuhkan kekuatan fisik serta stok persedian makan dan minum cukup karena staf DPKP yang bertugas mengawal akan berkemah dan tidur di hutan.
Tidak hanya persoalan waktu tempuh pengiriman, keterbatasan anggaran mengharuskan Pemerintah Nunukan melakukan menghemat biaya dengan cara menugaskan pegawai DPKP sebagai pengawas dan operator alat pertanian.
“Tantangan kita mungkin cuaca, apalagi di Krayan jalan rusak akibat hujan berkepanjangan di awal Januari, jadi kemungkinan kendaraan pengangkut akan terjebak lumpur,” terangnya.
Selain pengiriman lewat jalur darat, Pemerintah Nunukan sedang berusaha meminta TNI AU untuk membantupengiriman 14 unit traktor roda 2 dan 10 unit Rice Platter menggunakan pesawat ke Krayan.
“Dari Nunukan ada penerbangan ke Krayan, tapi pesawatn komersil jenis perintis, jadi tidak mungkin memuat Alsintan,” sebut Masniadi.
Penulis: Budi Anshori | Editor: Intoniswan
Tag: AlsintanPertanian