Pemkab Nunukan Mulai Vaksinasi Covid-19 Anak Usia 6 -11 Tahun

Salah seorang pelajar SDN 05 Nunukan menerima vaksin dari Satgas Penanganan Covid-19 Nunukan. (Foto Budi Anshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Pemerintah Kabupaten Nunukan mulai vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun. Hari ini, sebanyak 360 dari 720 pelajar Sekolah Dasar Negeri (SDN) 05 Kecamatan Nunukan  yang dilaksanakan Satgas Penanganan Covid-19 Nunukan.

Kepala Sekolah SDN 05 Nunukan Abdul  Wahid mengatakan, vaksin perdana dibagi dalam 2 sesi yang masing-masing sesi berjumlah 180 dosis dengan waktu pelaksanaan pagi hari dan siang hari.

“Sesi pertama pagi hari sebanyak 180 murid dan siang hari 180 murid, jumlah ini sudah mengcover pelajar kelas satu hingga enam,” kata Wahid pada Niaga.Asia, Selasa (04/01/2022).

Diantara murid yang mengikuti vaksin, terdapat putra dan putri Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura dan putra dari dr. Sholeh yang merupakan dokter spesialis anak sekaligus dokter penanganan pasien Covid-19 di RSUD Nunukan.

Semua murid-murid yang mengikuti vaksin diharuskan mendapat pendampingan orang tua sebagai penguatan mental dan semangat anak agar tidak merasa takut ketika melihat jarum suntik ataupun berontak menolak.

“Ada anak-anak takut sampai berontak menangis, Namanya anak-anak pastilah ada rasa takut, makanya perlu pendampingan orang tua,” kata Wahid.

Sebelum mengikuti vaksin, orang tua diminta membuat surat pernyataan yang isinya memberikan izin kepada putra atau putrinya menerima vaksin, dan anak-anak yang menerima vaksin seharusnya dalam keadaan sehat.

Wahid sendiri tidak mengetahui persis alasan pemerintah daerah dan satgas penanganan Covid-19 Nunukan, menunjuk SDN 05 Kecamatan Nunukan, sebagai lokasi launching perdana vaksin kelompok usia 6 -11 tahun.

“Syarat utama vaksin harus dapat persetujuan orang tua murid dan memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK),” tambahnya.

Hingga berakhirnya kegiatan vaksin, tidak ditemukan komplain atau protes dari orang tua pasca menerima vaksin, namun begitu, pihak sekolah dan tim kesehatan tetap memperhatikan efek Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Mekanisme vaksin tidak berbeda dengan vaksin orang tua, tiap peserta melakukan scanning oleh tim vaksinator puskesmas Nunukan, terkait penyakit bawaan maupun kesehatan dalam beberapa hari.

“Sampai selesai tidak ada komplek, kebetulan tadi ada penyampaian penguatan dari Bupati dan dokter sholeh kepada orang tua agar anaknya mengikuti vaksin,” tuturnya.

Terpisah, Surveilan dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan, Nurmia menyebutkan data vaksin usia 6 – 11 tahun Nunukan, masih mengacu pada jumlah siswa SDN yang terdata di Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Nunukan.

“Data pelajar SDN di seluruh Kabupaten Nunukan sekitar 23,000 orang ditambah 1.833 pelajar Madrasah Ibtidaiyah (MI), total 24,833,” ujarnya.

Data tersebut lanjut Nurmia, baru sebatas jumlah pelajar yang masih perlu diklarifikasi lagi dengan data kelompok anak – anak usia 6 – 11 tahun pada data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Nunukan.

Pencocokan data antara Disdikbud dan Disdukcapil sangat penting sebagai laporan sasaran vaksin, sebab tidak menutup kemungkinan ada pelajar SD berusia di atas 11 tahun, begitu pula terhadap anak berusia 6 tahun bersekolah di taman kanak-kanak.

“Capaian vaksin Nunukan sudah 73 persen, target Nunukan vaksin usia 6 – 11 tahun selesai di bulan Januari 2022,” tutupnya.

Penulis : Budi Anshori | Editor : Rachmat Rolau

Tag: