AA
H Syaharie Jaang. (Foto Intoniswan/NIAGA.ASIA)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Pemerintah Kota Samarinda akan melawan bandar dan pengedar narkoba dengan teknologi informasi, menggunakan CCTV (camera pengintai). Tahap pertama yang akan disasar adalah Pasar Segiri. Pasar Segiri harus bersih dari peredaran narkoba. Di Pasar Segiri akan dipasang kamera pengintai sebanyak yang diperlukan.

“Saya sudah menyatakan kepada Pak Kapolda Kaltim (rjen Pol Priyo Widyanto), siap membantu apa-apa yang diperlukan Kepolisian dalam rangka membersihkan Pasar Segiri dari narkoba,” ungkap Walikota Samarinda, H Syaharie Jaang ketika meresmikan sekaligus tiga unit layanan informasi terintegrasi berbasis teknologi informasi (internet) adalah Commando Center, Media Center, dan Data Center   milik Pemerintah Kota Samarinda yang dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo)  Kota Samarinda, Selasa (20/8).

Menurut Jaang, pemasangan camera pengintai  dan desain pembersihan  Pasar Segiri dari narkoba saat ini dalam koordinasi dengan Polresta Samarinda. Camera pengintai yang akan dipasang terhubung dengan Commando Center di Pemkot Samarinda dan Polresta Samarinda.

“Sekarang ini yang terjadi di Pasar Segiri, bandar dan pengedar narkoba yang mengintai Polisi dengan cameranya. Jadi itu kita lawan juga dengan memasang camera agar Polisi juga bisa mengintai mereka (bandar dan pengedar) narkoba,” terang Jaang.

Sarif salah satu pengedar shabu di Pasar Segiri diperiksa penyidik Satreskoba Polres Kukar, Rabu (3/7). Dia hampir menjual habis 500 poket dalam waktu hampir 8 jam (Foto : Niaga Asia)

Walikota dalam kesempatan yang sama juga menginstruksikan pejabat yang bertanggung jawab mengelola pasar-pasar yang ada di Samarinda melakukan pengawasan yang ketat agar pasar tidak digunakan oknum berdagang narkoba. “Pasar bukan untuk berdagang narkoba,” tegas walikota.

Prihatin

Walikota juga menyatakan keprihatinannya akan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kota Samarinda yang sudah merambah ke semua lapisan masyarakat. “Lapas narkoba di bayur  penuh, pusat rehabiltasi narkoba di Tanah Merah penuh, padahal belum begitu lama dibangun atas tanah yang dihibahkan Pemkot Samarinda,” kata Jaang.

Ia mengingatkan dan mengajak para orangtua lebih peduli pada keluarga dan anak-anak. Orangtua tidak boleh sibuk dengan medsos daripada sibuk mengurusi keluarga dan anak-anak. Komunikasi antara orangtua dengan anak-anak harus diperbaiki kembali agar lebih akrab. “Kedekatan orangtua dengan anak harus ditingkatkan agar anak tidak terjerumus ke pergaulan bebas.

“Saya juga akan pasang CCTV di taman-taman agar bisa terpantau apa yang dikerjakan anak-anak di taman. Internet gratis di taman-taman juga akan dibatasi, hanya sampai jam 11 malam. Untuk apa chating di taman sampai tengah malam,” kata walikota. (001)

 

 

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *