Ilustrasi parkir elektronik dengan karcis yang memiliki kode barcode. (Foto : istimewa/krjogja.com)

TARAKAN.NIAGA.ASIA– Penerapan sistem parkir elektronik (e-parkir) yang dilakukan Pemkot Tarakan per 1 Januari 2020, dipastikan akan menambah pendapatan asli daerah (PAD). Hal itu mengacu dari jumlah kendaraan di tahap awal penerapan e-parkir.

Dimana ada kendaraan roda dua sebanyak 149 ribu, dan sekitar 10 ribu untuk roda empat, yang akan menggunakan e-parkir. Demikian dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Kota Tarakan Arbain, belum lama ini.

Arbain menyebutkan, tarif kendaraan yang berlanggan e-parkir, dipatok seharga Rp100 ribu untuk roda dua, dan Rp200 ribu untuk roda empat per tahun.

“Ini perkiraan kami (Dishub), dari sistem parkir berlangganan secara elektronik tersebut, dengan total Rp16 miliar di tahun pertama ini,” sebutnya.

Info grafis tarif parkir elektronik di Tarakan (Foto : istimewa)

Sedangkan, target yang dibebankan kepada Dishub melalui e-parkir tersebut sebesar Rp11,7 miliar. Arbain menerangkan, Pemkot Tarakan telah menetapkan 75 titik yang menjadi lokasi penerapan sistem e-parkir.

Di antaranya seperti Pasar Tenguyun, Puskesmas, Taman Oval Markoni, Rumah Makan, Apotik dan lainnya. “Dalam perjalanannya, nanti jumlah ini akan terus bertambah,” sebut Arbain.

Dengan sistem e-parkir, maka dapat memudahkan masyarakat, dalam hal pembayaran parkir secara elektronik. “Mekanisme pembayaran hanya memperlihatkan QR Code kepada juru parkir yang ada,” jelasnya

“Bagi masyarakat yang belum atau tidak berlangganan, atau pembayarannya secara tunai, nanti setiap jukir (juru parkir) akan memberikan karcisnya,” tambah Arbain.

Masyarakat yang membayar parkir secara tunai, lanjutnya lagi, agar dapat mengambil karcis kepada jukir. (003)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *