aa
Tren harga tiket pesawat hingga kini masih relatif mahal. Imbasnya, tak dipungkiri para penumpang beralih ke alternatif moda transportasi lain, utamanya kapal laut. (hand out/net)

TARAKAN.NIAGA.ASIA – Tren harga tiket pesawat hingga kini masih relatif mahal. Imbasnya, tak dipungkiri para penumpang beralih ke alternatif moda transportasi lain, utamanya kapal laut.

Namun fakta yang berbeda terjadi di kota Tarakan, melalui Pelabuhan Malundung saat mendekati Idulfitri, jika dibandingkan jumlah penumpang pada Idul Fitri tahun lalu. “Secara nasional jumlah penumpang kapal Pelni lebaran tahun ini naik lima persen. Tapi di Tarakan justru turun kalau dibandingkan mendekati lebaran tahun lalu,” kata Kepala PT Pelni Cabang Tarakan, Haeru Rizal, Kamis (30/5)

Misalnya, kata dia, penumpang KM Lambelu yang pada tahun lalu tercatat 1.800 orang yang berpergian, maka pada 26 Mei 2019 hanya 846 penumpang. “Hari ini juga ada kapal yang mau berangkat yaitu KM Bukit Siguntang dengan penumpang berjumlah 1.300 orang. Kapasitas kapal untuk orang 3 ribu lebih,” ujarnya.

Dikatakanya, penurunan jumlah penumpang yang berpergian melalui kapal Pelni disebabkan jadwal keberangkatan yang padat. “Jika tahun lalu, kapal Pelni yang berangkat dari Tarakan hanya sekali dalam dua minggu, sekarang satu minggu sekali. Karena dibantu masuknya KM Labobar yang memang tujuanya untuk mengantisipasi lonjakan penumpang,” jelasnya.

Petugas Basarnas tengah mengamati naik turun penumpang speedboat di pelabuhan Tarakan (foto : handout/Basarnas Kaltim-Kaltara)

Sementara itu, pengawasan terhadap arus mudik jelang Lebaran Idulfitri melalui jalur laut, menjadi salah satu perhatian serius jajaran Kementerian Perhubungan. Karena itu, Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Ahmad bersama jajarannya melakukan monitoring di Tarakan.

“Kami setiap tahun rutin mengadakan monitoring atas perintah Menteri Perhubungan. Untuk transportasi laut, monitoring angkutan lebarannya ini H-15, H+15,” ujar Ahmad kepada awak media.

Informasi yang diperolehnya, lonjakan penumpang diprediksi sudah terjadi sejak Senin (27/5) malam, saat KM Lambelu sandar di Pelabuhan Malundung. “Malam ini (tadi malam) akan ada suatu prakiraan kenaikan lonjakan penumpang yang signifikan. Ini kami sudah antisipasi, kami siap bekerja dan kami siap standby di lapangan,” ujarnya.

Selain Pelni, kata dia, PT Pelindo IV Cabang Tarakan juga sudah melengkapi fasilitas di Pelabuhan Malundung, baik dari sisi keamanan, keselamatan dan pelayanan penumpang. Bahkan, Pelindo telah memasang dua unit X-Ray di pintu masuk terminal.

Sementara itu, General Manager PT Pelindo IV Cabang Tarakan Enrico Fermi menungkapkan, penambahan fasilitas itu sudah dilakukan sejak Januari lalu. Bahkan, dia menyebut saat ini telah memiliki musala, ruang menyusui, tempat bacaan, tempat bermain anak, tempat pengisian ponsel, hingga toilet yang diperbarui. (003)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *