Pencarian Al Fayed di Sungai Mahakam Samarinda Sempat Terkendala Hujan Deras

Tim SAR gabungan usai penyisiran Sungai Mahakam Selasa (19/1) sore. (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Pencarian Muhammad Al Fayed, pemuda 19 tahun yang hilang tenggelam di Sungai Mahakam, hari ini memasuki hari kedua. Penyisiran tim SAR gabungan sejak pukul 07.00 WITA pagi tadi, hasilnya masih nihil.

Niaga Asia sore ini menyambangi posko SAR bawah pohon Beringin, sekitar SPBU Teluk Lerong, Jalan RE Martadinata. Menggunakan 3 rubber boat, penyisiran perairan dilakukan bergantian.

“Benar. Hari ini adalah hari kedua pencarian korban Muhammad Al Fayed,” kata Koordinator Unit Siaga SAR Basarnas Samarinda, Riqi Effendi, ditemui Selasa (19/1).

Berita terkait :

Al Fayed Hilang Usai Nekat Berenang di Sungai Mahakam Belakang Mahakam Square

Riqi menerangkan, penyisiran yang dilakukan hari ini, setelah Senin (18/1) malam, Basarnas bersama Polair Polresta Samarinda, melakukan pengecekan titik awal jatuhnya korban, hingga sekitar bawah jembatan Mahakam.

“Ada pertanyaan, kenapa tidak diselami? Kami tidak laksanakan penyelaman, karena arus deras Mahakam di tengah sungai. Dan, untuk kedalaman sungai, pasti lebih dari 10 meter kalau di bawah jembatan,” ujar Riqi.

“Untuk visibility (jarak pandang) 0 meter. Di (bawah permukaan) sungai Mahakam ini, jarak pandangnya sangat susah,” sebut Riqi menambahkan.

Korban hilang Muhammad Al Fayed yang kini dalam pencarian SAR gabungan (foto : Niaga Asia)

Sore ini, pencarian sempat terhenti sementara, lantaran guyuran hujan deras di Samarinda. “Ya, sempat terkendala hujan deras sekitar pukul 15.00 ini. Untuk itu, pencarian SAR gabungan, kami hentikan sementara demi keselamatan rekan-rekan di lapangan,” ungkap Riqi.

Radius Pencarian Korban Al Fayed

Dijelaskan Riqi, radius pencarian korban, dilakukan hingga 1,5 kilometer dari titik jatuhnya korban, hingga posko SAR di Jalan RE Martadinata. “Memang agak jauh dari titik jatuhnya korban, tapi ada beberapa penilaian kami, kenapa posko di sini. Karena sungai Mahakam berarus deras, condong ke arah hilir,” terang Riqi.

“Ya, karakter Mahakam ini berarus deras. Dan, ada beberapa titik medan di sungai Mahakam ini, dari titik jatuhnya korban, ada belokan. Dikhawatirkan, karena ada pusaran air, terhambat di pusaran itu,” ungkap Riqi.

Koordinator Basarnas Unit Siaga SAR Samarinda Riqi Effendi (foto : Niaga Asia)

“Ada beberapa pusaran air, kami indikasikan korban tersangkut di pusaran itu. Bukan karena obstacle kayu, atau batu, dan lainnya. Tapi, ini pusaran air. Itu, kalau korban masuk di pusaran air. Kalau melewatinya, kita antipasi di daerah Selili, di kawasan pelelangan ikan,” jelas Riqi.

Untuk itu, lanjut Riqi, Basarnas telah berkoordinasi dengan banyak pihak di tengah operasi SAR yang berjalan saat ini. “Kita sudah kontak juga dengan Polsek Pelabuhan, KSOP, Navigasi, di sekitar Selili. Kami infokan juga kepada kapal-kapal yang melintas, bahwa kita sedang operasi SAR. Kalau ada temuan, bisa menginformasikan ke kami, di posko SAR gabungan,” demikian Riqi.

Hingga pukul 17.45 WITA sore ini, melalui briefing SAR gabungan, operasi SAR hari kedua ini belum berhasil menemukan korban Al Fayed. Pencarian hari ketiga, akan dilanjutkan Rabu (20/1) pagi besok. (006)

Tag: