poas
Tim Basarnas Kaltim-Kaltara berkoordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia di Pos Sungai Melayu, Malaysia.

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Pencarian tiga penumpang speedboat  dan seorang motoris yang hilang paska mengalami tabrakan di perairan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kaltara, 29 Juni lalu diperluas hingga ke perairan negara Malaysia. Bahkan unsur SAR di Sabah juga turut melakukan pencarian.

Tapi, hingga H+4 kejadian, keempat korban hilang belum ditemukan. Nanum seorang penumpang selamat yang belum melaporkan diri paska kecekaan sudah melaporkan diri ke Polsek Sebatik Timur, Senin pagi (2/7/2018).

“Penumpang selamat yang baru melaporkan diri itu warga Sebatik atas nama Bakkareng. Dengan demikian diketahui jumlah orang di sepeedboat dari Sabah ke Sebatik malam itu 24 orang, termasuk motoris,” kata Kepala Kantor Basarnas Kaltim-Kaltara, Gusti Anwar melalui Kepala Seksi Operasi, Octavianto dari Nunukan.

BP3TKI Nunukan Fasilitasi Pemulangan Tiga Jenazah TKI ke NTT

Menurut Octa, Konsul RI di Tawau, Pak Jati memberitahukan ke Basarnas Kaltim-Kaltara bahwa sejak, Minggu (1/7) pihak SAR dari Malaysia juga telah melaksanakan Operasi Pencarian berdasarkan data-data dan Informasi yang ada. “Tim SAR dari Malaysia yang mencari penumpang hilang di perairan Malaysia antara lain Polis Marin,  APMM/Coastguard, ESS Comm, Angkatan Laut Diraja Malaysia,” tambahnya.

Empat korban yang masih hilang dalam lakalaut itu adalah; Olong alias Kamarul (motoris), laki-laki, warga Sebatik, Bastian (6), laki-laki,  Solin Kelen (230 dalam kondisi hamil 6 bulan, dan Celin Waton (4), perempuan.

Octa juga mengungkapkan, karena ada kemungkinan korban hilang terbawa arus ke perairan Malaysia, Tim Basarnas Kaltim-Kaltara juga sudah berkoordinasi dengan PDRM  (Polisi Diraja Malaysia)  Pos Sungai Melayu dan Batalion 14 PGA di wilayah Malaysia, dan memberitahukan dalam kegiatan mencari kroban hilang akan memasuki wilayah perairan Malaysia. “Alhamdulillah, dari koordinasi tak ada hambatan, Basarnas dengan tim di lapangan diperkenankan melintasi perairan Malaysia. Fokus kita mencari ke pesisir Sebatik dan Malaysia,” ungkap Octa.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dalam kecelakaan antar dua speedboat tersebut, 4 korban belum ditemukan, 6 meninggal dunia, dan 14 selamat dengan luka-luka ringan dan sedang. (002)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *