Ilustrasi Pemilu (foto : istimewa/net)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Masa perpanjangan pendaftaran petugas PPS di KPU Samarinda berakhir Kamis (27/2). Ada sekira 440 pelamar yang akan masuk ke tahap seleksi tertulis.

Komisioner KPU Samarinda Divisi Partisipasi Masyarakat Najib Muhammad menerangkan, jumlah tersebut didapatkan dari masa perpanjangan pendaftaran 25-27 Februari 2020, ditambah dengan data pelamar yang mulai 18-24 Februari 2020.

“Sebanyak 440 calon anggota PPS sudah terdaftar, dan sudah siap mengikuti seleksi tertulis di tanggal 4 Maret,” kata dia.

Sesuai jadwal, semestinya seleksi tertulis akan diselenggarakan pada 1 Maret 2020. Namun, tahapan tersebut juga ikut mundur, mengingat masa perpanjangan pendaftaran PPS. “Maka jadwal tes menyesuaikan jadwal perpanjangan tadi,” imbuhnya.

Adapun pengumuman seleksi jadi 7-9 Maret 2020. Dilanjutkan dengan tanggapan masyarakat mulai dari tanggal 2-10 Maret. Kemudian, yang lolos seleksi tanggapan masyarakat tersebut akan menjalani tes terakhir, yaitu tes wawancara, 11-13 Maret 2020.

Komisioner KPU Samarinda Divisi Partisipasi Masyarakat Najib Muhammad. (Foto : Niaga Asia)

“Hasil 6 besar diumumkan di 15-17 Maret 2020. Masuk di tahapan kedua itu tiga hari, klarifikasi tanggapan 18-19 dan tanggal 22 Maret dilantik,” jelas Najib.

Kebutuhan petugas PPS 354 orang yang terbagi di tiap kelurahan yakni 6 orang. Kemudian, calon anggota PPS, 3 diantaranya dilantik atau terpilih. Sedangkan, 3 calon lainnya sebagai pengganti. “Yang dilantik nanti sebanyak 177 di 59 kelurahan,” sebut dia.

Lebih lanjut, Najib menghimbau kesiapan para calon petugas PPS. Yang terpenting menurut dia ialah persiapan menjelang tes.

“Jadi materi seleksi tidak jauh dari tugas pokok dan fungsi, kemudian tentang kepemiluan secara umum. Ditambah dengan tata cara penetapan calon perseorangan di pemilihan 2020,” bebernya.

Sedikit bocoran, soal-soal yang akan disajikan KPU Samarinda terkait dengan jumlah dukungan syarat perseorangan, sebaran dukungan berapa persen. “Materinya terkait itu. Mereka juga harus paham tentang bagaimana penetapan calon perseorangan, syarat dan ketentuannya, ditambah tugas pokok dan fungsi PPS,” jelas Najib.

Kemudian, Najib juga mengingatkan terkait integritas serta independensi sebagai penyelenggara di tingkat kelurahan. “Jangan menggadaikan marwah lembaga dalam pesta demokrasi, hanya untuk memanfaatkan atau dimanfaatkan. Baik itu kandidat atau tim sukses,” pungkas Najib. (009)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *