Plh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Samarinda Selamet Sutarno, saat memberikan penjelasan kinerja sepanjang 2019, Selasa (31/12). (Foto : HO)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Samarinda melansir, sepanjang 2019, dalam hal pelayanan paspor bagi masyarakat/WNI per November 2029 telah menerbitkan 24.691 paspor. Sedangkan untuk tindakan pendeportasian, sepanjang tahun ini ada 12 WNA yang dideportasi.

“Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2018 lalu hanya 20.571 paspor,” jelas Plh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Samarinda Selamet Sutarno saat rilis akhir tahun 2019 di kantornya, Selasa (31/12).

Meningkatnya permohonan paspor tersebut, lanjutnya, disebabkan beberapa faktor. Diantaranya, meningkatnya animo masyarakat untuk melakukan perjalanan umroh, serta berwisata keluar negeri. “Selain itu, selama 2019 juga telah terjadi kenaikan rata-rata kuota haji,” ujar Sutarno.

Dalam hal penerbitan izin tinggal untuk warga asing, yaitu pemberian izin tinggal kunjungan selam 2019, pihaknya telah menerbitkan sebanyak 792 penerbitan. Angka itu berbanding lebih kecil daripada 2018 dengan jumlah 1739 penerbitan.

Sementara untuk penerbitan Izin Tinggal Terbatas (ITAS) bagi orang asing ada sebanyak 692 permohonan. Sedangkan penerbitan Izin Tinggal Tetap (ITAP), pihaknya telah menerbitkan 4 ITAP bagi orang asing.

“Menurun drastis juga untuk jumlah penerbitan ITAS di tahun 2018, yaitu sebanyak 1.133 permohonan,” jelas Sutarno.

Adapun dalam hal pengawasan dan penindakan, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Samarinda juga telah melakukan Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK), berupa deportasi kepada total 12 orang asing. Untuk tahun 2018, pihaknya hanya melakukan TAK kepada 4 warga asing.

“Tahun 2019 ini, rinciannya 7 WNA dari China, 2 dari Malaysia, lalu WNA Amerika Serikat 2 orang dan 1 orang Bangladesh,” tambahnya.

Lebih lanjut, Selamet juga menginformasikan pencapain penyerapan anggaran dana pagu di tahun 2019, pihaknya mampu melakukan penyerapan anggaran lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Yakni Rp 8.933.607.000 di tahun 2019, sementara tahun 2018 sebesar Rp 8.661.420.873.

“Ada peningkatan dari 2018, kita hanya bisa menyerap 91,48 persen. Di tahun 2019 ini kita bisa menyerap 96,95 persen,” terang Sutarno lagi.

Penyerapan itu, imbuh Selamet, membuktikan pula peningkatan kerja Kantor Imigrasi Kelas I TPI Samarinda, dalam melaksanakan tugasnya. “Untuk 2020, target yang kita mau, lebih ditingkatkan lagi, kalau bisa penyerapan dan kegiatan itu lebih dari 96 persen itu,” pungkasnya. (009)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *