
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Pemprov Kaltim memaparkan berbagai capaian yang berhasil diraih sepanjang tahun 2025 lalu. Salah satu capaian itu adalah keberhasilan pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan secara signifikan 0,61 persen di tahun 2025 ini.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengatakan bahwa pada tahun 2024 angka kemiskinan berada di level 5,78 persen, dan pada akhir tahun 2025 angka tersebut berhasil ditekan hingga menyentuh angka 5,17 persen.
“Penurunan 0,61 persen ini setara berkurangnya 21 ribu penduduk miskin,” kata Seno dalam Rapat Paripurna ke-2 DPRD Kaltim dengan agenda Peringan Hari Ulang Tahun ke-69 Provinsi Kaltim, di Gedung B DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Jumat 9 Januari 2026.
Menurut Seno, tren positif ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kaltim stabil. Selain itu, dia juga menyebutkan hingga triwulan III-2025, pertumbuhan ekonomi Kaltim tercatat berada di angka 4,26 persen.
Meski terdapat dinamika pada sektor pertambangan dan penggalian akibat berkurangnya permintaan batu bara, namun ketahanan ekonomi di sektor konstruksi serta pengadaan listrik dan gas, tetap terjaga dan memberikan kontribusi signifikan.
Selain itu, kualitas hidup manusia di Kaltim juga mengalami lonjakan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kaltim merangkak naik dari 78,79 pada 2024 menjadi 79,39 pada 2025.
“Secara konsisten, IPM kita berada di atas rata-rata nasional. Peningkatan ini didorong kuat oleh perbaikan kesejahteraan ekonomi masyarakat,” ujar dia.
Di sisi lain, kondisi ketenagakerjaan di Kaltim juga menunjukkan stabilitas yang terjaga, di mana Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di daerah per Agustus 2025 sebesar 5,18 persen. Selain itu, Kaltim juga berhasil mengendalikan angka inflasi di daerah, di mana per Oktober 2025 kemarin angka inflasi tahunan daerah sebesar 1,94 persen.
“Inflasi yang terkendali ini mencerminkan efektifitas pengendalian harga bahan pokok yang terjaga,” demikian Seno Aji
Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi
Tag: KaltimKemiskinanPemprov KaltimSeno Aji