Kabut asap di Bandara Melalan, di Sendawar, Sabtu (14/9) pagi. Ketiadaan operasional penerbangan sudah berlangsung sepekan ini. (Foto : istimewa/BPBD Kutai Barat)

SENDAWAR.NIAGA.ASIA – Kabut asap Karhutla benar-benar berdampak luas bagi penerbangan. Di Bandara Melalan di Sendawar, Kutai Barat, Kalimantan Timur, sudah 2 pekan penerbangan terganggu akibat pekatnya kabut asap. Penerbangan perintis ke pedalaman pun terpaksa terhenti.

“Sudah 2 minggu penerbangan terganggu. Termasuk 7 hari ini, bandara kita close dari operasional penerbangan,” kata Kepala Bandara Melalan Sumariyanto, dikonfirmasi Selasa (17/9).

Sumariyanto menerangkan, setiap hari, Bandara Melalan melayani penerbangan jenis ATR 42 tujuan Samarinda dan Balikpapan. Sedangkan untuk penerbangan perintis, menggunakan pesawat jenis grand caravan.

“Penerbangan perintis ke Datah Dawai di Mahakam Ulu berjadwal dua kali seminggu. Dengan kabut asap ini, jelas tidak ada penerbangan perintis ke pedalaman melalui Datah Dawai. Di Datah Dawai juga sama berkabut asap,” ujar Sumariyanto.

Dijelaskan Sumariyanto, terburuk akibat kabut asap, jarak pandang (visibility) sempat menyentuh hanya 500 meter, dari jarak pandang minimal syarat aman penerbangan di Bandara Melalan 5.000 meter.

“Imbas kabut asap ini, jelas sudah sangat mengganggu masyarakat umum menggunakan transportasi udara, dari dan ke Kutai Barat,” tegas Sumariyanto.

“Di Bandara Melalan, belum ada kantor BMKG. Jadi kami komunikasi dengan BMKG di Balikpapan, dan lakukan pengamatan visual. Sekarang ini visibility di kisaran 1.000 meter -2.000 meter,” demikian Sumariyanto.

Diketahui, 3-4 hari ini di Kalimantan Timur, kabut asap juga melumpuhkan penerbangan Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto di Samarinda (AAP) dan juga Bandara Kalimarau di Berau (BEJ). Dengan begitu, ada 3 bandara di Kaltim terdampak kabut asap. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *