
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) meningkatkan kesiapan operasional dengan menyiapkan penambahan pandu, penguatan armada kapal tunda, hingga optimalisasi sistem pemantauan untuk memastikan penggolongan kapal 24 jam di perairan Sungai Mahakam aman, dan distribusi logistik barang lancar selama bulan Ramadhan 2026.
Direktur Operasi dan Teknik SPJM, Edward Napitupulu menegaskan, pihaknya menyambut positif aturan baru KSOP Samarinda yang memberlakukan pengolongan selama 24 jam. Menurutnya, kebijakan itu merupakan solusi untuk mengurai hambatan operasional yang selama ini terjadi di jalur vital tersebut.
“Kegiatan pengolongan 24 jam sebagai alternatif solusi untuk kelancaran kegiatan, dan juga mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Edward, melalui keterangan tertulis diterima niaga.asia, Rabu 18 Februari 2026.
Sementara itu, Senior Manager Wilayah IV, Al Abrar menambahkan, Pelindo saat ini tengah menyiapkan seluruh aspek operasional yang diperlukan untuk optimalisasi pelayanan selama 24 jam penuh.
“Mencakup penggolongan di (Jembatan) Martadipura, Tenggarong, Mahulu, Mahakam, dan Mahkota,” ujar dia.
Sebelumnya, pada pola lama, penggolongan kapal turun hanya dimulai pukul 06.00 hingga 10.00 WITA. Jadwal yang terbatas ini diduga menjadi penyebab insiden tabrakan tongkang dengan jembatan-jembatan yang melintasi Sungai Mahakam.
Pasalnya, akibat pemberlakuan jam tersebut, kapal-kapal harus berhenti sehingga terjadi penumpukan di sekitar jembatan. Oleh karena itu, KSOP Kelas I Samarinda menerapkan pola baru, yakni menjadi dua kali penggolongan naik, dan dua kali penggolongan turun.
Untuk itu, Abrar menjelaskan pihaknya melakukan penyegaran terhadap personel eksisting, serta menambah jumlah pandu sebanyak 10 orang, sehingga total terdapat 42 personel pandu yang disiagakan.
“Sebanyak 42 orang total pandu ini memiliki keterampilan dan pengalaman yang mumpuni, serta sertifikasi yang mengacu pada ketentuan yang berlaku,” terang dia.
Selain itu, PT Pelindo juga melakukan evaluasi untuk mengukur performa kapal tunda yang ada. Untuk pelayanan tunda escort di Mahulu, pihaknya menyiapkan satu unit kapal tunda escort sebagai penambah sarana dan prasarana (Sarpras) eksisting, melengkapi tiga unit kapal tunda assist yang sudah tersedia.
Di sisi lain, mereka juga menyiapkan pusat kendali terintegrasi termasuk peningkatan kapasitas sistem pelacakan otomatis untuk pemantauan pelayanan secara langsung, standarisasi layanan, integrasi data peningkatan keselamatan kerja serta transparansi layanan yang lebih baik.
“Upaya ini tentunya harus dilakukan secara berkelanjutan. Agar kegiatan kapal di perairan Sungai Mahakam dapat berjalan dengan lancar,” demikian Al Abrar.
Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi
Tag: PelindoSamarindaSungai Mahakam