Ilustrasi pemakaman sesuai protokol Covid-19. (Foto : HO/Antara Foto)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Kota Samarinda kembali mencatat angka kematian kasus Covid-19 hari ini. Tb (67), salah seorang pasien yang dirawat di RSUD AW Syachranie, meninggal siang ini sekaligus menjadi pasien ke-24 yang dimakamkan sesuai protokol Covid-19.

Keterangan diperoleh Niaga Asia, Tb sendiri, adalah salah seorang pengusaha kayu dan owner dari sejumlah tempat hiburan di Samarinda. Dia didiagnosa terkonfirmasi positif Covid-19, setelah melakukan perjalanan ke Banjarmasin.

Masih dari keterangan didapat, Tb masuk perawatan medis RSUD AW Syachranie, pada 2 Agustus 2020. Pasien ini, menderita Comorbid atau penyakit penyerta diantaranya Diabetes Melitus dan juga hipertensi.

“Iya benar, pasien ke-24 kasus Covid-19 meninggal sekitar jam 1 siang ini,” kata Sekretaris BPBD Kota Samarinda Hendra AH, dikonfirmasi Niaga Asia, Sabtu (8/8) sore.

Hendra menerangkan, pasien tersebut telah terdiagnosa atau terkonfirmasi sebagai salah satu pasien Covid-19. “Iya, statusnya positif Covid-19. Untuk itu, dimakamkan sesuai protokol pemakaman Covid-19, ” terang Hendra.

Hendra juga membenarkan, Tb adalah salah satu pengusaha di Samarinda. Jenazah Tb rencananya akan dimakamkan di pemakaman Serayu, di kawasan utara kota Samarinda.

Dijelaskan, saat ini tim BPBD sebagai bagian dari Satgas Covid-19 Kota Samarinda, tengah bersiap melakukan penjemputan jenazah di RSUD AW Syachranie, sekitar pukul 15.30 WITA sore ini.

“Untuk kemudian kami bawa ke pemakaman Kristen Serayu, untuk dikremasi,” demikian Hendra.

Untuk diketahui, per Jumat (7/8) kemarin, seperti dilansir Dinas Kesehatan Kota Samarinda, di kota Samarinda mencatat total 368 kasus pasien terkonfirmasi positif. Dimana, 229 diantaranya sembuh, dan 126 kasus masih dalam perawatan. Untuk angka kematian dari pasien positif Covid-19 itu berjumlah 13 kasus. (006)

Tag:

1 komentar “Pengusaha di Samarinda Meninggal Akibat Covid-19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *