Pengusaha Pengguna Kapal Tol Laut Dapat Subsidi Angkos Angkut Barang dari Pelabuhan ke Gudang

Kapal Tol Laut saat sandar di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. (Foto Istimewa/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Kementerian Perhubungan melalui perusahan transportasi Perum Damri menandatangani kontrak kerjasama subsidi angkutan barang di darat yang dibawa kapal – kapal tol laut di seluruh Indonesia.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Nunukan, Sabri menjelaskan, subsidi untuk angkutan darat  diberikan kepada  pengusaha lokal yang memanfaatkan kapal tol laut sebagai sarana angkutan barang.

“Kalau dulu subsidinya hanya untuk transportasi angkutan kapal, nah sekarang subsidi untuk angkutan darat dari depo gudang penyimpanan pelabuhan menuju gudang pemilik barang,” kata Sabri pada Niaga.Asia, Senin (11/04/2022)

Tambahan subsidi ongkos dari pemerintah ini tengah disosialisasikan kepada para pengusaha-pengusaha  dengan estimasi muatan tahap awal sekitar 5.000 ton dimulai dari kedatangan kapal tol laut selanjutnya.

subsidi angkutan darat, lanjut Sabri, bertujuan meringaankan beban biaya angkutan yang selama ini cukup dikeluhkan pengusaha. Lewat program ini pula, pemerintah ingin harga barang dapat ditekan semurah mungkin di semua daerah.

“Kita tidak dapat laporan berapa rincian subsidi angkutan per kilogramnya, perhitungan ini ada urusan pemerintah pusat dengan Damri,” sebutnya.

Selama ini, muatan kapal tol laut yang masuk ke Nunukan baik dari Surabaya ataupun Makassar membawa bahan material bangunan dan bahan pokok, serta pakan ternak dengan estimasi waktu kedatangan tiap 25 hari.

Sebanyak 13 pengusaha Nunukan yang selama ini aktif menggunakan jasa dua kapal tol laut Sabuk Nusantara dan Kendhaga Nusantara menyambut baik program subsidi angkutan darat Damri yang disiapkan pemerintah.

“Tiap kapal mendapat rute 12 trip tujuan Nunukan dan tiap kapal bisa mengangkut 60 kontainer,” bebernya.

Subsidi angkutan darat 5.000 ton per tahunnya dapat diajukan kembali oleh konsain apabila estimasi angkutan telah mendekati habis atau setidaknya telah mencapai penggunaan 3.000 ton.

Meski telah mendapat subsidi angkutan darat, masing-masing konsain memiliki perhitungan berbeda-beda terhadap beban angkutan. Misalnya, angkutan semen pasti berbeda dengan angkutan sampo atau sabun.

“Perhitungan angkutan darat konsain fluktuatif tergantung barang, rata-rata mereka sekali angkut bayar sekitar Rp 3,4 juta,” pungkasnya.

Penulis : Budi Anshori | Editor : Rachmat Rolau

Tag: