Peningkatan Nilai Ekspor Nonmigas Kaltim Terbesar dari Barang Lemak dan Minyak Nabati

Ilustrasi

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Berdasarkan golongan barang, peningkatan nilai ekspor nonmigas terbesar pada Februari 2026 terhadap Januari 2026 terjadi pada golongan barang lemak dan minyak hewani/nabati yang naik sebesar US$77,20 juta (38,83 persen). Sebaliknya, penurunan nilai ekspor terdalam terjadi pada golongan barang bahan bakar mineral sebesar US$121,29 juta (10,47 persen).

Demikian dilaporkan Aryanti C, SST, M.Si, Ketua Tim Statistik Distribusi Badan Pust Statistik (BPS) Kaltim dalam konferensi pers secara daring, Rabu (1/4/2026).

Nilai ekspor Provinsi Kalimantan Timur pada Februari 2026 tercatat US$1.672,66 juta, atau naik sebesar 5,53 persen dibandingkan dengan Januari 2026. Ekspor migas Februari 2026 tercatat sebesar US$228,85 juta, atau naik sebesar 97,39 persen dibandingkan dengan Januari 2026. Sebaliknya, ekspor nonmigas tercatat US$1.443,81 juta, atau turun sebesar 1,72 persen.

Selama periode Januari–Februari 2026, Tiongkok merupakan negara tujuan ekspor utama yang memiliki peranan terbesar dengan nilai ekspor sebesar US$1.088,85 juta (37,38 persen), diikuti India dengan nilai sebesar US$385,93 juta (13,25 persen), dan Filipina sebesar US$254,80 juta (8,75 persen).

“Pada periode Januari–Februari 2026, komoditas hasil tambang tetap menjadi andalan ekspor Provinsi Kalimantan Timur dengan peranan sebesar 67,37 persen. Hasil industri berada pada posisi kedua dengan peranan sebesar 21,94 persen, dan nilai ekspor migas pada posisi ketiga dengan peranan 10,58 persen,” kata Aryanti.

Sumber BPS Kaltim

Tiga pelabuhan yang memberikan sumbangan terbesar terhadap total nilai ekspor Provinsi Kalimantan Timur pada Februari 2026 adalah Pelabuhan Balikpapan (US$535,85 juta), Pelabuhan Samarinda (US$321,41 juta), dan Pelabuhan Bontang Bay (US$258,16 juta).

Ekspor Migas dan Nonmigas

Menurut Aryanti, peningkatan nilai ekspor Kaltim Februari 2026  disebabkan karena naiknya nilai ekspor migas sebesar 97,39 persen, meskipun nilai ekspor nonmigas turun 1,72 persen. Nilai ekspor migas Februari 2026 tercatat sebesar US$228,85 juta, lebih tinggi jika dibandingkan dengan nilai ekspor migas Januari 2026 yang tercatat sebesar US$115,94 juta.

“Sebaliknya, nilai ekspor nonmigas tercatat sebesar US$1.443,81 juta, lebih rendah jika  dibandingkan dengan nilai ekspor nonmigas Januari 2026 yang tercatat sebesar US$1.469,12 juta,” ungkapnya.

Sumber BPS Kaltim

Peningkatan nilai ekspor migas disebabkan oleh naiknya nilai ekspor hasil minyak maupun ekspor gas. Nilai ekspor hasil minyak naik sebesar 12,53 persen dari sebesar US$77,81 juta pada Januari 2026 menjadi sebesar US$87,56 juta pada Februari 2026. Sementara, nilai ekspor gas naik sebesar 270,55 persen dari sebesar US$38,13 juta pada Januari 2026 menjadi sebesar US$141,29 juta pada Februari 2026.

Aryanti menjelaskan, secara total, jika dibandingkan dengan Februari 2025, nilai ekspor turun sebesar 7,59 persen, yaitu dari sebesar US$1.810,01 juta pada Februari 2025 menjadi sebesar US$1.672,66 juta pada Februari 2026.

“Sementara itu, secara kumulatif nilai ekspor Provinsi Kalimantan Timur selama Januari–Februari 2026 tercatat sebesar US$3.257,73 juta, atau turun 6,61 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025,” pungkasnya.

Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan

Tag: