aa
Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro. (Foto Budi Anshori/NIAGA.ASIA)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Jasman, penjaga kebun di Desa Setabu, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan ditemukan tewas bersimbah darah dalam  pondok di kebun yang dijaganya. Korban sementara ini diduga tewas  terkena tembakan 3 peluru  dari senjata api rakitan seseorang, hari Kamis (18/07/2019).

“Tidak pidana pembuhunan terhadap korban  diduga menggunakan senjata jenis rakitan,” kata Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro, Jum’at (20/07).

Dugaan penggunaan senjata rakitan, kata Kapolres, bisa lihat dari beberapa lubang tembakan yang ternamam di bagian tubuh korban serta temuan anggota Reskrim Polres Nunukan bersama Polsek Sebatik Barat yaitu serpihan proyektil sebanyak 3 butir dilokasi kejadian.

Kejadian tersebut  dilaporkan saksi atau oleh istri korban bernama Olong (50) ke Polisi. Saksi mengaku kejadian tersebut berlangsung  pada saat ia sedang mandi di sumur di belakang rumah yang jaraknya 10 meter dari pondok. “Suami istri ini tinggal bersama di rumah kebun, kebetulan Olong mandi dibelakang rumah lalu mendengar bunyi ledakan atau tembakan sebanyak 1 kali,” terang Kapolres.

Mendengar bunyi tembakan, Olong bergegas menyelesaikan mandi dan kembali menuju rumah dan mendapati suaminya sudah tertelantang  berlumuran darah. Selanjutnya Olong mengangkat kepala korban dan meletakan dibagian pahanya.

Sebelum tewas, korban sempat berkata dalam bahasa bugis Mateka tu artinya mati aku. Dengan panik dan kebingungan, Olong pergi menuju Desa Bukit Harapan untuk mencari pertolongan kepada warga terdekat. “Saksi berkata suami ku mati ditembak orang di rumah kebun,” tutur Kapolres menirukan kalimat istri korban.

Warga bersama saksi kemudian membawa tubuh korban ke Puskesmas Kecamatan Sebatik Timur untuk dilakukan pemeriksaan. Saat sampai di Puskemas korban dinyatakan meninggal dunia karena banyak kehilangan darah.

Tim dokter kesehatan dan Polisi tidak melakukan otopsi terhadap tubuh korban,  sesuai dengan permintaan istri korban. “Sesuai permintaan istri korban, tubuh Jasaman tidak dilakukan otopsi, korban cuma dibersihkan dan dibawa pulang istrinya untuk dikebumikan sesuai agama mereka,” bebernya.

Hingga saat ini, Polisi belum bisa memastikan siapa pelaku penembakan atau motif jadi kejadian, tim Reskrim Polres Nunukan bersama Polsek Sebatik masih mendalami kejadian sambil menelusiri lokasi kejadian.

Titik lokasi kejadian berjarak sekitar 2 jam dari Pos Polisi terdekat, kerena jarak yang cukup jauh inilah, pengungkapan perkara memakan waktu panjang, apalagi lokasi kejadian adakah hutan dan kebun-kebun yang cukup lebat. “Belum ada tersangka, kami masih mendalami perkaranya,  doakan saya cepat terungkap pelaku dan motifnya,” sebut Kapolres. (002)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *