Anggota Komisi III DPRD Kaltim Sarkowi V Zahry. (Foto : istimewa)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Anggota Komisi III DPRD Kaltim Sarkowi V Zahry turut meminta ketegasan dan keseriusan komitmen Pemprov Kaltim, menagih dana jaminan reklamasi (Jamrek). Menurut dia, sebagai pemerintah, harus bersikap tegas dan tega, bagi perusahaan yang mangkir dari kewajibannya.

“Harus dimulai dengan sikap yang tegas dan tega. Karena keuntungan perusahaan sangat luar biasa selama ini yang dikeruk di Kaltim. Tapi lingkungan yang rusak, bahkan hingga menelan 35 korban jiwa di lubang tambang,” kata Sarkowi, belum lama ini.

Menurut Sarkowi, selain merupakan kewajiban, Jamrek juga jadi salah satu syarat untuk sebuah perusahaan eksplorasi Sumber Daya Alam (SDA) dalam perencanaan, program reklamasi dan pasca tambang, sebelum perusahaan mulai beroperasi.

“Sekarang ini kan problemnya, tidak semuanya, perusahaan itu menyetor Jamrek. Berarti, kalau ada perusahaan yang tidak menyetor Jamrek, maka DPR provinsi minta kepada Gubernur,” tegas dia.

Selain itu, pemerintah harus segera mengejar dan mendata perusahaan yang sudah maupun yang belum menyetor Jamrek. “Mana-mana yang sudah menyetor, dan mana-mana yang belum. Itu harus dikejar memang,” jelas Sarkowi.

“Mereka sudah mengeruk keuntungan, dari pertambangan itu. Sementara dia belum memberikan jaminan. Bahkan jaminan itu hanya, berupa jaminan,” imbuhnya.

Kemudian, pemerintah juga perlu belajar dari kasus yang sering terjadi. Sarkowi menyebutkan, tada perusahaan tambang yang kabur setelah mengeruk keuntungan.

Menurutnya, jika hal ini tidak diperbaiki, maka lubang tambang akan terus bertambah. “Bisa bertambah lagi korban. Tidak cukup nanti anggaran kita untuk bisa mereklamasi,” ujar Sarkowi.

Lebih lanjut, pihaknya juga telah memanggil dan mempertanyakan ke Dinas ESDM Kaltim terkait hal itu. Saat ini, lanjutnya, pihaknya masih menunggu laporan laporan terkait Jamrek.

“Sampai sekarang ini, berapa perusahaan yang patuh bayar Jamrek? dan berapa yang belum? Juga berapa total dana yang ada di situ? Sudah kita minta kepada mereka untuk membuat laporan tertulis,” pungkasnya. (009)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *