aa
Bambang Brodjonegoro

JAKARTA.NIAGA.ASIA- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi guna menekan tingkat kemiskinan di kawasan timur Indonesia.

“Indonesia timur harus dilakukan pemberdayaan ekonomi yang serius. Bantuan sosial hanya awalnya, yang membuat kemiskinan menurun adalah adanya pemberdayaan ekonomi,” kata Bambang dalam temu media di Jakarta, sperti dilaporkan Industry.co.id, Kamis (19/7/2018)

Mantan Menteri Keuangan itu menjelaskan penguatan ekonomi daerah tersebut ditujukan untuk menyediakan lapangan kerja sekaligus kesempatan berusaha. Bambang mengatakan pula bahwa penguatan data merupakan kunci untuk membuat bantuan sosial menjadi lebih tepat sasaran di kawasan timur Indonesia.

Selain pendataan, infrastruktur yang menyangkut konektivitas juga perlu menjadi perhatian mengingat kondisi geografis di kawasan timur menyebabkan bantuan pemerintah sulit menjangkau masyarakat di pedalaman.

Bambang juga menyoroti tugas pemerintah daerah yang seharusnya mempunyai andil besar mengurangi kemiskinan melalui pengatruan penggunaan anggaran yang selama ini masih belum tepat sasaran.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase jumlah penduduk miskin di kawasan timur Indonesia pada Maret 2018 masih lebih dominan dibandingkan di kawasan barat.  Berdasarkan persentase, jumlah penduduk miskin terbesar berada di Maluku dan Papua mencapai 21,20 persen, Bali, disusul Nusa Tenggara 14,02 persen, dan Sulawesi 10,64 persen.

Meski demikian, dari sisi jumlah, sebagian besar penduduk miskin masih berada di Jawa yaitu 13,34 juta orang, kemudian Sumatera 5,97 juta orang, dan Sulawesi 2,06 juta orang. Kepala BPS Suhariyanto mengharapkan berbagai pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan pemerintah di kawasan timur Indonesia bisa makin menekan jumlah penduduk miskin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *