Kapal milik PT Pelni sebelum pandemi COVID-19 berlabuh di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. (foto Budi Anshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Tiga armada kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (PT Pelni) Persero KM. Bukit Siguntang, KM. Lambelu dan Tol Laut Sabuk Nusantara, menghentikan sementara pelayarannya dari dan ke pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Kalimantan Utara.

Kepala Cabang PT Pelni Nunukan, Alexius mengatakan, tiga kapal milik PT Pelni yang biasa melayani  transportasi laut di Kabupaten Nunukan dihentikan, karena jumlah penumpang yang minim tidak mencapai 50 persen dari kapasitas muatan kapal.

“Penumpang masih sangat minim, mungkin mereka masih enggan bepergian di musim pandemi Covid-19,” katanya, Jum’at (10/07).

Sebelumnya, tiga kapal PT Pelni sempat berlabuh di pelabuhan Tunon Taka Nunukan tanggal 30 Juni 2020 dengan jumlah penumpang sekitar 250 orang dan keberangkatan kedua 9 Juli jumlah penumpang 183 orang.

Minimnya jumlah penumpang tentunya bersimbas terhadap biaya operasional kapal yang bisa menghabiskan Rp 300 juta lebih persatu tujuan, karena itu, mustahil  tetap memaksakan diri melayani rute Nunukan tujuan Sulawaesi Selatan ataupun Kalimantan Timur dan lainya.

“Kapasitas kapal 2.000 penumpang, karena pandemi diberlakukan maskimal 50 persen atau 1.000 orang, tapi kenyataan jumlah penumpang masih jauh dari itu,” ungkap Alexius.

Selain faktor pendemi, minimnya jumlah penumpang disebabkan kebijakan tiap daerah  yang memberlakukan syarat keberangkat penumpang disertai surat keterangan bebas Covid-19 berupa hasil PCR ataupun Rapid Test.

Tiap daerah menerapkan kebijakan aturan berbeda-beda. Kota Tarakan misalnya memberlakukan pemeriksaan PCR yang biayanya cukup tinggi sekitar Rp1,7 juta, berbeda dengan Pare Pare dan Nunukan cukup hasil rapid test.

“Harga tiket Nunukan – Pare Pare Rp 312.000, sedangkan biaya rapid Rp600.000, ada lagi pelabuhan lain menerapkan PCR yang tentunya lebih mahal lagi,” tuturnya.

Menurut Alexius, penghentian operasi tidak hanya berlaku untuk kapal penumpang, kapal tol laut Sabuk Nusantara ikut stop, karena kendala di home base tol laut di Kwandang, Gorontalo, padahal kapal ini dibutuhkan untuk program alternatif pemenuhan kebutuhan bahan pokok wilayah perbatasan.

Dengan terhentinya kapal-kapal ini, PT Pelni secara menyeluruh telah menghentikan semua kegiatan pelayaran tujuan pelabuhan Tunon Taka Nunukan, dan akan kembali beroperasi jika kondisi membaik dan jumlah penumpang memadai.

“Kita belum tentukan kapal beroperasi kembali, mungkin menunggu suara pendemi membaik dan biaya pemeriksaan Covid terjangkau,” jelasnya. (002)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *