
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melaporkan, penyaluran kredit Kaltim sejak tahun 2018 masih terkonsentrasi di Kota Balikpapan dan Samarinda dengan pangsa rata-rata mencapai 50% dari total kredit Kaltim.
Pada November 2025, sejalan dengan kredit secara umum, penyaluran kredit pada sebagian besar sektor utama Kaltim tercatat tumbuh positif, khususnya sektor transgud (transportasi dan pergudangan) yang tumbuh mencapai 47,37% (yoy) diikuti oleh industri pengolah yang sebesar 10,42% (yoy).
“Secara spasial, pada November 2025 sebagian kabupaten/kota di Kalimantan Timur turut mencatatkan pertumbuhan positif, diiringi dengan risiko kredit spasial yang terjaga rendah,” ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Budi Widihartanto dalam Temu Media hari Rabu (21/1/2026). Dalam acara temu media ini Budi didampingi deputinya, Bayuadi Hardiyanto dan Agus Taufik, dan acara tanya jawab dimoderatori Abraham Wahyu Nugroho.
Kredit perbankan periode 2019-2025, tumbuh terbesar pada transgud yakni mencapai 17.40%, kredit pertambangan tumbuh 23,22% in dustri pengolahan 11,47%, dan kredit konstruksi 14,84%, dengan kredit macet tertinggi pada konstruksi 6,14%, Perdagangan (4,39%), dan kredit macet di sektor pertambangan 3,13%.
“Sedangkan berdasarkan pangsa, pada periode November 2025, kredit sektoral didominasi oleh sektor pertambangan dan rumah tangga, masing-masing tumbuh 20,19%, dengan kredit macet tertinggi dikisaran 3% pada kredit industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi,” kata Budi.
Secara spasial, rata-rata pertumbuhan kredit (Triwulan I 2018 – Triwulan III 2025) di seluruh kabupaten-kota tumbuh positif dengan tingkat risiko yang terjaga. Adapun pada November 2025, penyaluran kredit di sebagian kabupaten/kota di Kaltim tumbuh positif, dengan pertumbuhan paling tinggi terjadi di Kota Balikpapan sebesar 13,67% (yoy).
“Hal yang mengembirakan di periode yang sama kredit disalurkan di Kabupaten Kutai Barat tumbuh 46,62% dan di Berau tumbuh 30,62 persen dengan kredit macet tergolong rendah masing 0,84% dan 0,86%,” ungkap Budi.
“Sedangkan di PPU pada priode yang sama kredit tumbuh 12,32%, tapi kredit macet pada 5,07%,” imbuhnnya.
Pada November 2025, kredit masih tumbuh positif di tiga daerah, yakni di Penajam Paser Utara, Balikpapan, dan Samarinda.
Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan
Tag: Kredit Perbankan