Yusuf
Yusuf

SAMARINDA, NIAGA.ASIA-Penyidikan dugaan korupsi dana hibah dari Pemprov Kaltim di National Paralimpic Commitee (NPC) Indonesia, Pengurus Olahraga Penyandang Disabilitas Indonesia, Provinsi Kalimantan Timur tidak dihentikan. Hasil analisis Bidang Intelijen memang ada dugaan, kini berkas kasusnya dalam penyidikan di Bidang Pidana Khusus.

“Tidak dihentikan, sekarang berkasnya sudah dilimpahkan Bidang Intel ke Bidang Pidsus,” kata Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kaltim, Yusuf ketika ditemui Niaga.Asia di ruang kerjanya, kemarin. “Saya pastikan berkasnya sudah di Pidsus,” tambahnya.

Assisten Kajati Kaltim Bidang Pidsus Tatang Agus Volleyantoro membenarkan bahwa berkas dugaan korupsi oleh pengurus NPC Kaltim telah diterimanya dan telah didisposisi ke Kepala Seksi Penyidikan, Andri. “Perkembangannya bisa dipantau ke Seksi Penyidikan,” kata Tatang.

Kepala Seksi Penyidikan, Andri sendiri saat dikonfirmasi Kalpost juga membenarkan dan menyatakan telah membaca berkas NPC Kaltim itu. “Sehubungan ada rotasi penyidik, maka untuk kasus ini sedang disiapkan tim baru,” ungkapnya.

Tim yang akan dibentuk nanti, tugasnya menelaah secara menyeluruh atas dugaan korupsi tersebut dan akan mengambil kesimpulan apakah diteruskan atau dihentikan. Untuk sekarang, Andri belum bisa memberikan gambaran akan kesimpulan sementara. “Tidak bisa sekarang, nanti saja setelah tim bekerja, baru kita paparkan,” ujar Andri.

Dana hibah dari Pemprov Kaltim yang diduga telah disalahgunakan pengurus NPC Kaltim mencakup dana yang diperuntukan bagi atlit penyandang cacat dari Kaltim saat mengikuti pekan olahraga nasional paralimpic tahun  2012 di Riau.

Berdasarkan testimoni atlit penyandang cacat Kaltim, Ikhsan Setiawan, atlit atletik kelas kursi roda balap, Nuhidayat cabor renang, Siti Saadah atlit bulutangkis, hak-hak atlit yang diduga dikorupsi pengurus NPC Kaltim adalah, barang-barang invetaris yang dibeli dari dana hibah banyak yang hilang, hak-hak atlit saat kegiatan TC/Puslatda pra Peparnas selama 6 bulan, hanya hak untuk 1 bulan saja yang diterima, biaya penginapan serta konsumsi diduga dimark-up, laporan fiktif atas pembelian supleman untuk atlit. Untuk keperluan Peparnas tahun 2012 NPC Kaltim menerima dana hibah dari Pemprov Kaltim sebesar Rp18-24 miliar.

Dugaan korupsi dana hibah oleh FOPPADIS (Forum Peduli Penyandang dan Atlit Disabilitas) Provinsi Kaltim ke Kejaksaan Tinggi Kaltim tanggal 26 Oktober 2016. Atas laporan tersebut, Bidang Intelijen Kejati Kaltim sudah meminta keterangan dari Ardiansyah, Ketua Umum NPC Indonesia Provinsi Kaltim tanggal 6 Desember 2016 dan H Prasetianto, Ketua NPC Kaltim pada tanggal 14 Pebruari 2017. (001)

Tag: