Tim SAR gabungan saat mengevakuasi jenazah Sapriansyah, Kamis (18/6) pagi. (Foto : Basarnas Tarakan)

TARAKAN.NIAGA.ASIA – Dua pemancing warga Tarakan, Kalimantan Utara, Sapriyansyah (51) dan Hariyanto (29), Selasa (16/6) lalu, tidak kembali saat pergi memancing di perairan Mangkudulis, Tana Tidung. Pagi ini tadi, Sapriansyah ditemukan meninggal mengambang. Sementara Hariyanto, masih hilang.

Dari laporan keluarga kedua pemancing ke kantor Basarnas Tarakan, Rabu (17/6) malam, Sapriansyah dan Hariyanto, pergi memancing Selasa (16/6) pagi dari Juata Laut menggunakan ketinting, dan tidak kunjung pulang sore harinya.

“Dari keluarga korban ini, ada teman korban yang melihat korban di daerah Mangkudulis. Kedua korban tidak bisa dihubungi melalui telepon,” kata Kepala Basarnas Tarakan Amiruddin, dikonfirmasi Kamis (18/6).

Berangkat dari informasi itu, tim SAR gabungan, baik itu menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) dan speedboat masyarakat, bersiap melakukan operasi SAR.

Amiruddin menerangkan, pagi tadi sekira pukul 08.30 WITA, tim SAR gabungan bersama Polair Polda Kaltara, mengabarkan warga yang melintas di perairan Juata Laut sekitar markas Polair Polda Kaltara, menemukan jasad mengambang di laut.

Operasi SAR pencarian korban yang masih hilang atas nama Hariyanto (foto : Basarnas Tarakan)

“Tim SAR gabungan kemudian bergerak ke lokasi penemuan mayat seperti yang dilaporkan warga. Jasad dievakuasi sekira jam 8.40 ke RSUD Tarakan untuk visum,” ujar Amiruddin.

Tidak lama berselang, keluarga korban yang sebelumnya, melaporkan anggota keluarganya tidak pulang saat pergi memancing, datang ke RSUD Tarakan.

“Tujuan keluarga korban untuk melihat jenazah di RSUD. Setelah dicek, keluarga korban menyatakan mayat tersebut adalah keluarganya yang belum kembali dari memancing atas nama Sapriansyah,” ungkap Amiruddin.

Masih dijelaskan Amiruddin, masih ada 1 orang korban Hariyanto yang masih dalam pencarian. “Tim SAR memindahkan area pencarian dari perairan pulau tiga Mangkudulis, ke perairan pulau Tibi dan perairan Juata Laut,” demikian Amiruddin. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *