Armada speedboat jadi moda transportasi antar kabupaten dan kota di Kalimantan Utara dari Tarakan. (foto : handout/Basarnas Kaltim-Kaltara)

TARAKAN.NIAGA.ASIA – Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Kota Tarakan menyatakan omzet pengusaha speedboat reguler di Kaltara menurun hingga 85 persen, imbas wabah virus corona (Covid-19).

Sekretaris Gapasdap Tarakan Mulyadi menjelaskan, penurunan omzet mulai terjadi ketika diumumkannya pasien Covid-19 di beberapa daerah di Kalitara. Kemudian, disusul dikeluarkannya kebijakan jaga jarak (physical distancing) oleh pemerintah, serta setelah Kota Tarakan ditetapkan zona merah Covid-19.

“Seperti rute Tarakan-Tanjung Selor (pulang pergi) misalnya. Biasanya sekali jalan jumlah penumpang speedboat rata-rata 40 orang. Sekarang hanya rata-rata 15 orang saja,” kata Mulyadi.

Jika dikalkulasikan, omzet pengusaha speedboat reguler dari Tanjung Selor Kabupaten Bulungan ke Pelabuhan Tengkayu I Tarakan yang biasanya meraup sampai Rp8,8 juta, kini hanya tinggal sekitar Rp3,3 juta.

Dengan omzet segitu, Mulyadi mengatakan rerata tidak dapat menutup biaya operasional rutin, yang dikeluarkan setiap berlayar pulang pergi. Salah satu biaya operasional rutin adalah pembelian bahan bakar minyak atau BBM.

“Saat ini kisaran 15 penumpang saja sekali jalan, itu juga harus bergantian. Satu hari libur satu hari jalan. Tap untuk pelayanan publik kami tetap menjaga aktivitas, hanya frekuensinya yang dikurangi,” ujarnya.

Mulyadi menyebutkan, dari 48 speedboat reguler yang memiliki izin trayek, hanya separuhnya saja yang masih berlayar. “Rute Tanjung Selor-Tarakan dari 23 armada yang memiliki izin trayek, saat ini tinggal 8 yang masih operasi,” tambahnya.

“Mari semua warga Kaltara bersatu dalam mengurangi dan melawan penyebaran Covid-19 dengan melakukan hal-hal nyata. Dan yang paling bisa kita lakukan saat ini menjaga diri dan lingkungan keluarga sebaik-baiknya,” seru Mulyadi menambahkan.

Seperti yang dilakukan Gapasdap Kaltara dalam memutus mata rantai pandemi Covid-19, dengan menyerahkan alat pelindung diri (APD), dan dana bantuan ke UPT Pelabuhan Tengkayu I Tarakan, belum lama ini.

Melalui Mulyadi, Gapasdap Kaltara juga mengimbau Gubernur Irianto Lambrie, agar mengambil kebijakan dan langkah terukur kepada semua pelabuhan di Kaltara, yang menjadi akses keluar masuk antar kabupaten kota. (003)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *