ilustrasi
ilustrasi

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PMHI) Cabang Samarinda bertekad akan mengawal hingga tun tas sidang kasus tambang illegal di Kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebun Agung, Kelurahan Lempake, Samarinda Utara.

Dalam rangka menunjukkan kepeduliannya, anggota PMHI, hari Rabu (30/5/2018) melakukan aksi di depan Pengadilan Negeri Samarinda dengan tuntutan kepada majelis hakim yang memeriksa perkara:

  1. Proses dan adili pelaku tambang illegal di Kaltim secara transparan.
  2. Hukum seberat-beratnya pelaku tambang illegal.
  3. Usut tuntas oknum penegak hukum yang memiliki tambang illegal di Kalimantan Timur.
  4. Tolak pemimpin yang pro tambang illegal di Kalimantan Timur.

Seperti diketahui, tambang batubara illegal di TPU Kebun Agung  yang terungkap 2 bulan lalu adalah tambang yang dikelola oknum anggota Polisi. Tambang illegal oknum polisi tersebut sempat membuat rusak pemakaman umum dan menimbulkan kemarahan di masyarakat Kebun Agung.

ilustrasi
ilustrasi

Sementara itu aktivis dari Forum Satu Bumi dalam rangka memperingati Hari Anti Tambang (HATAM) di hari yang sama di depan Kantor Gubernur Kaltim juga menggelar aksi dan menyeru bahwa hidup tentram dan nyaman serba berkecukupan adalah sebuah harapan besar  untuk dapat diwariskan kepada anak cucu  setiap umat manusia di dunia.

“Tetapi bagaimana jadinya jika keselamatan kita sudah terancam, anak-anak tenggelam di lubang tambang, sawah dan kebun kita hilang, hanya 30 menit kota diguyur hujan sudah menenggelamkan rumah-rumah warga, semua itu terjadi sejak kita dipaksa hidup berdampingan dengan tambang,” ujar aktivis Farum Satu Bumi.

Disebutkan pula, dalam 2 tahun terakhir 4 petani harus mendekam di penjara hanya karena mempertahankan tanahnya dari kerakusan perusahaan tambang. Ironinya aparat kepolisian yang di harapkan lebih profesional dalam bertindak memperlakukan para korban layaknya maling tanpa mengedanpankan upaya dialog terlebih dahulu.

“Persoalan ini bukan baru saja terjadi dan hampir semua warga korban tambang mengadukan persoalan ini ke pemerintah. Pura-pura tidak tau itulah jurus jitu yang dilakukan penguasa kita hari ini, berlindung di balik ketiak para pemodal,” ungkap mereka. (001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *