
PANDEGLANG.NIAGA.ASIA – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan menegaskan bahwa perikanan budidaya harus menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ancaman krisis pangan global. Sebab, menurutnya, krisis pangan saat ini terus menjadi ancaman bagi dunia, tidak terkecuali Indonesia.
“Karena itu, sektor perikanan budidaya harus mampu menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional,” ujar Ahmad Yohan dalam sambutannya pada kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI ke Balai Budidaya Air Tawar Pandeglang, Banten, Kamis (22/1/2026).
Menurutnya, pengembangan perikanan budidaya merupakan solusi strategis untuk menjawab kebutuhan pangan masyarakat di masa depan. Selain mudah dikembangkan di berbagai daerah, ikan juga memiliki nilai gizi tinggi yang sangat dibutuhkan masyarakat.
“Ikan kaya akan protein yang berperan penting untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Kandungan omega-3-nya juga sangat baik untuk kesehatan jantung, otak, dan sistem saraf. Mengonsumsi ikan secara teratur dapat meningkatkan daya tahan tubuh,” jelasnya.
Dalam konteks kebijakan nasional, Ia mengungkapkan bahwa Komisi IV DPR RI mendorong sinergi lintas sektor agar konsumsi ikan semakin meningkat. Ahmad Yohan menyampaikan, Komisi IV meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan, pemerintah provinsi, serta pemerintah daerah untuk berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Menu ikan harus masuk dalam Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dan juga ditetapkan sebagai bagian dari bahan pokok pangan nasional,” tegasnya.

Ia menilai, langkah tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan konsumsi ikan, tetapi juga menjadi solusi nyata dalam memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat.
“Upaya ini diharapkan bisa meningkatkan kesehatan ibu hamil, menurunkan angka stunting dan gizi buruk, serta melahirkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif,” kata politisi Fraksi PAN tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Yohan juga memberikan apresiasi kepada Balai Budidaya Air Tawar Curug Barang, Provinsi Banten, yang dinilai berperan besar dalam pengembangan perikanan budidaya di daerah.
“Balai Budidaya Air Tawar Curug Barang telah banyak berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan induk dan benih unggul berbagai jenis ikan di Banten. Kontribusi ini berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan para pembudidaya ikan,” ujarnya.
Komisi IV DPR RI, lanjut Ahmad Yohan, akan terus mendorong penguatan sektor perikanan budidaya melalui kebijakan, pengawasan, dan dukungan anggaran, agar sektor ini benar-benar mampu menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional di masa depan.
Sumber: Humas DPR RI | Editor: Intoniswan
Tag: Perikanan