aa
Camat Palaran, Suwarso dan Kepala BNN Kota Samarinda, AKBP Siti Zaekhonsyah hadir ditengah-tengah Deklarasi Menolak Narkoba yang diselenggarakan Pemerintah Kecamatan Palaran, Samarinda, Minggu (25/11/2018). (Foto Humas BNN Kota Samarinda)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Ada yang berbeda dari peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54 oleh Kecamatan Palaran, Kota Samarinda tahun ini. Pasalnya selain menggelar kampanye kesehatan masyarakat, pihak kecamatan juga menggandeng BNN Kota Samarinda untuk bersama-sama deklarasi menolak narkoba.

Tampak ratusan warga palaran dari lima kelurahan berkumpul mulai pagi untuk mengikuti deklarasi ini. Kegiatan diawali dengam senam zumba, pemeriksaan kesehatan, selanjutnya dilakukan penyuluhan kesehatan dan bahaya narkoba serta ditutup dengan deklarasi menolak narkoba oleh perwakilan LPM dari lima kelurahan. Kegiatan semakin meriah, karena panitia juga menyiapkan door prize serta hiburan musik.

“Ini komitmen kami warga palaran untuk bersama menolak narkoba. Karena bicara hari kesehatan, kita bicara bagaimana narkoba mampu merusak kesehatan jiwa dan fisik masyarakat utamanya generasi muda,” kata Camat Palaran Suwarso di sela sela kegiatan, Minggu (25/11).

Menurut Suwarso, tidak berhenti di deklarasi, pihaknya telah mengaktifkan penggiat -penggiat anti narkoba di masing-masing kelurahan agar mampu memberikan edukasi kepada masyarakat terkait dampak buruk penyalahgunaan narkoba. “Jika ini kita sentuh sampai ke kelurahan dan RT saya yakin, Palaran dapat bersih dari Narkoba,”paparnya.

Sementara itu Kepala BNN Kota Samarinda AKBP Siti Zaekhonsyah dikonfirmasi terpisah mengatakan, pembentukan penggiat anti narkoba di instansi pemerintah difokuskan di kelurahan-kelurahan di Kota Samarinda. Pihaknya beralasan, Kelurahan adalah garda terdepan yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Jika pegawai kelurahan dibekali kemampuan terkait bahaya narkoba, diharapkan lebih efektif dalam menginformasikan kepada masyarakat.

BNN berharap, kedepan para penggiat ini tidak hanya mampu memberikan sosialisasi bahaya narkoba tetapi juga berani melaporkan jika ada peredaran maupun penyalahgunaan narkoba di lingkungannya. “Dengan gerakan bersama ini kita yakin Kota Samarinda dapat bersih dari narkoba,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *