Pemprov Kaltara sudah memperpanjangan run way Lapter Pujungan dari 350 meter menjadi 550 meter, lebar 26 meter dan meningkatkan lapisan run way. (Foto Infopubok Kaltara)

TANJUNG SELOR.NIAGA.ASIA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Perhubungan terus mengebut pengerjaan perpangan run way lapangan terbang di Kecamatan Pujungan, Kabupaten Malinau.

Pengerjaan yang tengah berlangsung saat ini berupa  pengaspalan berlapis penetrasi (Lapen).

Anggaran untuk pengerjaan tersebut bersumber dari APBD Kaltara 2020, sebesar Rp 3,2 miliar.

“Progresnya sudah memasuki tahap penyelesaian. Pekerjaan  tahun ini, merupakan tahap pemerataan runway dan peningkatan kualitas menjadi Lapen,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara Taupan Madjid, Minggu lalu.

Taupan mengungkapkan, sebelum Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) turut campur, Lapter Pujungan memiliki panjang 350 meter x 26 meter. Dengan kondisi runway yang berbelok, karena adanya obsticle berupa bukit. Dimana, ketika kondisi cuaca hujan sangat berbahaya untuk dilakukan operasional penerbangan.

“Alhamdulillah pada tahun ini Lapter Pujungan sudah kita tingkatkan. Dari ukuran 350 meter x 26 meter, menjadi 550 meter x 26 meter dengan peningkatan menjadi Lapen. Sehingga kegiatan operasional penerbangan yang melayani, baik dari dan menuju Long Pujungan menjadi lebih lancar,” ungkapnya.

“Selain lebih lancar, dengan kondisi saat ini dapat lebih meningkatkan standar keamanan Lapter Pujungan. Sehingga masyarakat yang menggunakan fasilitas Lapter Pujungan menjadi lebih aman dan nyaman,” tambah Taupan.

Sementara itu, Kepala Bidang Perhubungan Udara dan Perkereta Apian, Andi Nasuha menambahkan, kegiatan peningkatan dan perpanjangan Lapter Pujungan dilakukan sejak tiga tahun terakhir.

Sejak 2018 hingga 2019, dilakukan pengerjaan berupa perpanjangan dan pelurusan runway dengan melakukan penghilangan obstacle berupa bukit pada salah satu sisi runway. Sementara pada 2020, tahap pemerataan runway dan peningkatan menjadi Lapen.

“Melalui APBD Kaltara, sejak 2018 hingga 2020, total dana yang dialokasikan untuk Lapter Pujungan mencapai Rp 5,2 miliar,” kta Andi.

Dengan telah ditingkatnya Lapter Pujungan menjadi Lapen sepanjang 550 meter x 26 meter, artinya Lapter Pujungan dalam waktu dekat sudah bisa dilakukan pendaratan.

“Saat ini masih progres penyelesaian Lapter, sambil menunggu rampung dikerjakan rencananya minggu ini kita akan koordinasikan dengan pihak Susi Air di Tarakan agar segera dilakukan penerbangan di Lapter Pujungan,” tutup Andi Nasuha.(*/adv)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *