aa
Workshop Jurnalistik Kelapa Sawit, Rabu (28/11). (Foto Istimewa)

BALIKPAPAN.NIAGA.ASIA-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bekerjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur mengadakan Workshop Jurnalistik Kelapa Sawit, Rabu (28/11).  Kegiatan yang digelar di Hotel Swiss Bell Hotel, Kalimantan Timur yang diikuti puluhan jurnalis dan, pers kampus dan netizen dengan mengusung  tema “Membangun Awareness & Persepsi Positif Industri Kelapa Sawit Pada Kalangan Netizen”  sebagai upaya meningkatkan awareness dan edukasi terkait dengan Industri kelapa sawit.

Selain itu, dengan dilakukannya kegiatan ini adalah sebagai sarana untuk memperluas dan meningkatkan pengetahuan kepada para wartawan dan Netizen mengenai Sawit dan kontribusinya bagi pembangunan ekonomi Indonesia. Acara dibuka oleh ketua PWI Balikpapan, Sumarsono mengatakan, harapan dari kegiatanworkshop adalah  mampu menambah wawasan dan pengetahuan jurnalis untuk memahami manfaat dari Industri kelapa sawit.

GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Indoensia)  Workshop Jurnalistik kali ini kami menghadirkan tiga orang pembicara yang kompeten di bidangnya masing-masing. Pembicara pertama Tofan Mahdi, Ketua Bidang Komunikasi GAPKI, Achmad Maulizal Sutawijaya Corporate Secretary BPDPKS dan Muhamad Ihsan Pemimpin Umum Warta Ekonomi.

Tofan Mahdi sebagai pemateri pertama memaparkan tentang nasionalisme media ditengah persaingan minyak nabati global. “Pemerintah sangat mendukung program Industri Kelapa Sawit. Terutama bagi perkebunan sawit rakyat dan disetiap kesempatan, Presiden selalu membahas kelapa sawit disetiap kunjungan-kunjungan kerja presiden,” ungkapnya. Disebutkan, Indonesia sudah memiliki perkebunan kelapa sawit terluas di dunia, dan komoditas kelapa sawit ini menduduki peringkat kedua setelah minyak. 42 juta ton, produsen minyak sawit terbesar dunia.

Potensi yang besar dari kelapa sawit inilah yang membuat masyarakat Uni Eropa dan Amerika merasa terancam, sehingga banyak kampanye negatif untuk menyerang sawit, berbagai macam isu diangkat diantaranya isu Orang Utan, Kebakaran Lahan, Isu Eksploitasi Buruh dan HAM. “Karena dampak dari kampanye negatif minyak sawit itulah membuat komoditas kelapa sawit turun.” Kata Tofan.

Pemaparan kedua disampaikan oleh Achmad Maulizal Sutawijaya Corporate Secretary BPDPKS. Ia menyebut bentuk dukungan dari pemerintah adalah dengan membentuk  kelapa sawit menjadi komoditas andalan untuk mendongkrak perekonomian nasional.” Fungsi BPDPKS adalah melakukan penghimpunan dana, pengelolaan dana dan penyaluran dana yang terkait dengan kelapa sawit.” ungkapnya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *