Persaingan Amerika dan China Dorong Indonesia Perkuat Pertahanan

Penandantanganan Nota Kesepahaman Antara Unhan dengan Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri Kemlu Tentang  Kerja Sama Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat di Bidang Strategi Kebijakan Luar Negeri, pada 22 Juni 2022, bertempat di Kampus Pasca Sarjana Universitas Pertahanan RI, Salemba, Rabu (22/6/2022). (Foto Kemlu)

JAKARTA.NIAGA.ASIA – Persaingan [proxy war Amerika dan China] mendorong urgensi bagi negara-negara di kawasan termasuk Indonesia untuk memperkuat pertahanan dan keamanan nasional melalui strategi pertahanan yang efektif dan berdaya guna sekaligus mengoptimalkan konsep diplomasi pertahanan yang efektif.

Hal itu dikatakan Dr. Yayan Ganda Hayat Mulyana, Kepala Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri, Kementerian Luar Negeri RI, pada kesempatan penandantanganan Nota Kesepahaman Antara Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan) dengan Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu) Tentang  Kerja Sama Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat di Bidang Strategi Kebijakan Luar Negeri, pada 22 Juni 2022, bertempat di Kampus Pasca Sarjana Universitas Pertahanan RI, Salemba.

Nota Kesepahaman yang mencakup isu-isu pertahanan dan keamanan tersebut, khususnya Diplomasi Pertahanan, diharapkan dapat meningkatkan sinergitas diplomasi RI dan pertahanan melalui berbagai kerangka Kerjasama,  antara lain;  pendidikan dan pengajaran, termasuk pelatihan, lokakarya, seminar, sosialisasi dan diskusi.

Kemudian; penelitian ilmiah dan reviu kebijakan mengenai isu-isu pertahanan dan keamanan, dalam kerangka hubungan internasional, termasuk seminar nasional, seminar internasional, publikasi hasil penelitian ilmiah, survei dan polling; dan  pengabdian masyarakat, termasuk program magang, penyaluran informasi beasiswa dan konsultasi publik; dan bidang lain yang terkait.

“Nota Kesepahaman BSKLN-Unhan menjadi penting dalam upaya menjaga stabilitas keamanan nasional dan regional,” ujar Yayan Ganda Hayat Mulyana.

Rektor Unhan, Laksamana Madya TNI Prof. Dr. Ir. Amarulla Octavian, M.Sc., DESD., menyatakan bahwa Nota Kesepahaman tersebut adalah instrument to strategically formulate kebijakan pertahanan dan keamanan Indonesia, dilandaskan  pemikiran taktis, strategis dan pemahaman alusista, yang diperkuat dengan diplomasi pertahanan dan keamanan Indonesia.

Selanjutnya, Kepala PSKK ASPASAF, BSKLN, Kemelu dan Warek III Bidang Kerjasama Kelembagaan Unhan RI akan menjadi koordinator mewakili masing-masing instansi dalam pelaksanaan Nota Kesepahaman dimaksud Dr. Yayan Ganda Hayat Mulyana dan Rektor Unhan, Laksamana Madya TNI Prof. Dr. Ir. Amarulla Octavian, M.Sc., DESD.

ASEAN Eng menandatangani Nota Kesepahaman tersebut. Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Kepala Pusat Strategi Kebijakan Kawasan Asia Pasifik dan Afrika (PSKK ASPASAF), Muhammad Takdir; Sekretaris BSKLN, Nina Kurnia Widhi; Warek I Unhan, Mayjen TNI Dr. Jonni Mahroza, S.I.P., M.A., M.Sc., CIQnR., CIQaR.

Warek II Unhan, Mayjen TNI Erwin Bambang Tetuko; Warek III Bidang Kerjasama Kelembagaan Unhan RI, Laksda TNI Dr. Ir. Suhirwan, S.T., M.MT., M.Tr.Opsla., CIQnR., CIQaR., IPU; Warek IV Unhan, Ir. Tristan Soemardjono, M.M; Ketua LPPPM Unhan, Mayjen TNI Yudhy Chandra Jaya M.A; Ketua LPPM, Mayjen TNI Sammy Ferrijana, S.Sos., M.Si; Dekan Fakultas Strategi Pertahanan, Mayjen TNI Dr. Priyanto S.I.P., M.Si (Han).

Sumber: Kemlu | Editor: Intoniswan

Tag: