Persilakan Pasar Hingga Kafe Buka, Wali Kota Andi Harun Bakal Lebih Tegas Urusan Prokes

Wali Kota Samarinda Andi Harun saat diwawancarai di Balai Kota, Senin (1/3). (Foto : istimewa)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Wali Kota Andi Harun dan Wakil Wali Kota Rusmadi, mulai bekerja hari ini. Penanganan Covid-19 di ibu kota provinsi Kalimantan Timur, Samarinda, bakal lebih tegas. Meski pasar dan kafe dipersilakan buka, namun urusan protokol kesehatan (Prokes) harus lebih ketat.

“Kami pagi ini, rapat internal. Dalam 1-2 hari ini, akan rapat dengan Satgas Covid-19, bahas model baru penanganan Covid-19 di Samarinda,” kata Andi, ditemui wartawan di Balai Kota Samarinda, Senin (1/3).

Andi menerangkan, dalam waktu dekat, akan ada kegiatan lebih aktif, dalam penanganan Covid-19, menyelaraskan dengan kegiatan ekonomi di ibu kota provinsi.

“Kami pastikan, akan ada intensitas penanganan Covid-19, dan dampaknya terhadap pemulihan ekonomi Samarinda,” terang Andi.

Menurut Andi, targetnya, adalah meningkatkan kepatuhan dan kedisiplinan warga kota, untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “Programnya, adalah meningkatkan kepatuhan melaksanakan protokol kesehatan,” ungkap Andi.

“Misal di pasar tradisional, dan kafe, silakan semua buka tapi ketat laksanakan prokes. Dan akan ada operasi penegakkan hukum, untuk kepatuhan pelaksanaan protokol kesehatan,” tegas Andi.

Disampaikan Andi, dia bersama Wawali Rusmadi, bertemu dengan Gubernur Kaltim Isran Noor, untuk menyelaraskan pembangunan Samarinda, dengan Pemprov Kalimantan Timur.

“Hari ini kami sudah beri arahan seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah), agar gerak cepat buat rencana aksi terukur. InsyaAllaah Wali Kota dan Wakil Wali Kota, akan berada di tengah mereka,” jelas Andi.

“Kita ingin semua trukur, supaya masyarakat bisa merasakan tidak hanya melihat pembangunan kita, tapi juga dampak positifnya buat masyarakat,” terangnya lagi.

Namun demikian, lagi-lagi Andi kembali menggarisbawahi, seruan perubahan yang dia gaungkan bersama Wawali Rusmadi, mesti didukung semua lapisan masyarakat, di Samarinda.

“Bahwa memang melakukan perubahan itu, tidak bisa buat 1.001 candi dalam semalam,” pungkasnya. (006)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *