
TANJUNG SELOR.NIAGA.ASIA – Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara (Kaltara) tahun 2025 sebesar 4,56 persen memberikan kontribusi sebesar 8,13 persen terhadap perekonomian Pulau Kalimantan. Secara keseluruhan, Pulau Kalimantan menyumbang Perekonomian Indonesia sebesar 8,12 persen di Tahun 2025.
Pertumbuhan ekonomi Pulau Kalimantan tahun 2025, tertinggi di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) yakni 5,39 persen, kemudian disusul Kalimantan Selatan (Kalsel) 5,22 persen, Kalimantan Tengah (Kalteng) 4,80 persen, sedangkan Kaltara diurutan keempat tumbuh 4,56 persen, lebih tinggi dari saudara tuanya, Kalimantan Timur (Kaltim) yang yang hanya tumbuh 4,53%.
Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara, Dr. Mustaqim dalam Konferensi Pers, 05 Pebruari 2026, sebagian besar lapangan usaha di kaltara tahun 2025 tumbuh positif, kecuali Pertambangan dan Administrasi Pemerintah (c-to-c).
Lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap ekonomi, yakni Pertambangan, Pertanian, Perdagangan, Konstruksi dan Industri Pengolahan. Lapangan usaha dengan Pertumbuhan tertinggi adalah Konstruksi dengan pertumbuhan sebesar 11,17 persen.
“Pada Tahun 2025 (c-to-c), Konstruksi menjadi sumber pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 1,43 persen,” ungkapnya.

BPS Kaltara mencatat Perkembangan Pertumbuhan Lapangan Usaha dengan Sumber Pertumbuhan Terbesar (c-to-c, %) di Kaltara sepanjang tahun 2025 adalah Industri Pengolahan.
Industri Pengolahan di Kalimantan Utara pada 2025 tumbuh cukup pesat, didorong oleh kinerja Industri Makanan dan Minuman, Industri Kertas, serta Industri Pengilangan Migas. Pada Industri Makanan & Minuman didorong oleh peningkatan produksi Crude Palm Oil (CPO). Pada Industri Kertas didorong oleh mulai diproduksinya pulp pada tahun 2025. Pada Industri Pengilangan Migas didorong oleh peningkatan produksi LNG.
Lapangan usaha Konstruksi juga tumbuh tinggi. Peningkatan pembangunan konstruksi di Kawasan Industri yang didukung dengan adanya peningkatan realisasi investasi di Kabupaten Bulungan.
“Volume impor besi dan baja yang merupakan bahan konstruksi pada tahun 2025 menunjukkan adanya peningkatan yang cukup masif,” kata Mustaqim.
Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sepanjang tahun 2025 juga bagus. Indeks Keyakinan Konsumen selama tahun 2025 tetap terjaga pada zona optimis. Peningkatan produksi juga terjadi pada lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan. Lapangan usaha industri pengolahan juga mendorong tumbuhnya aktivitas perdagangan.
Distribusi PDRB Kaltara menurut komponen pengeluaran tahun 2025 (c-to-c). Net Ekspor Barang dan Jasa serta PMTB merupakan komponen dengan kontribusi terbesar terhadap ekonomi Kalimantan Utara pada Tahun 2025 dengan total kontribusi sebesar 77,61 persen.
Pertumbuhan PDRB Kaltara menurut komponen pengeluaran tahun 2025 (c-to-c), dijelaskan BPS Kaltara, sebagian besar komponen pengeluaran mengalami pertumbuhan di Tahun 2025 kecuali komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah.
“Komponen Konsumsi Rumah Tangga mengalami pertumbuhan tertinggi didorong oleh peningkatan seluruh sub komponen pengeluaran,” kata Mustaqim.
Sumber pertumbuhan ekonomi Kaltara tahun 2025 menurut Komponen Pengeluaran (c-to-c, persen) adalah Net Ekspor, dimana tumbuh terbesar, yakni 2,53 persen.
Pertumbuhan ekonomi Kaltara menurut pengeluaran tahun 2025 berdasarkan Perkembangan Pertumbuhan Komponen dengan Sumber Pertumbuhan Terbesar (c-to-c, %) adalah Ekspor Barang dan Jasa, Pembentukan Modal Tetap Bruto, dan Konsumsi Rumah Tangga.

Pada Ekspor Barang dan Jasa tahun 2025, ada peningkatan nilai dan volume ekspor pada komoditas Ikan dan Udang; Kayu, Barang dari Kayu; serta Biji-bijian berminyak. Terdapat ekspor komoditas baru yaitu Bubur Kayu/Pulp pada tahun 2025.
“Selain itu terdapat peningkatan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kalimantan Utara melalui pintu keimigrasian sebesar 32,79 persen dibandingkan Tahun 2024,” ungkap Mustaqim.
Selanjutnya Pembentukan Modal Tetap Bruto. Ada peningkatan dari sisi Bangunan sejalan dengan tumbuhnya sektor Konstruksi, dan masih berlanjutnya pembangunan Kawasan KIHI di Tanah Kuning pada tahun 2025.
Terakhir, Konsumsi Rumah Tangga. Pada tahun 2025 Ada kenaikan pada seluruh sub komponen yaitu konsumsi makanan dan minuman (selain restoran); pakaian, alas kaki, dan jasa perawatannya; perumahan dan perlengkapan rumah tangga; kesehatan dan pendidikan; transportasi dan komunikasi; restoran dan hotel; dan lainnya.
“Optimisme konsumen tetap terjaga, tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang konsisten berada di atas level 100 (zona optimis) sepanjang tahun 2025. Volume dan nilai transaksi QRIS yang terus meningkat,” pungkas Kepala BPS Kaltara, Dr. Mustaqim.
Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan
Tag: Ekonomi Kaltara