Perumda Tirta Manuntung Balikpapan Target 12 Ribu Sambungan Baru Tahun Ini

Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, ketika memberikan keterangan kepada wartawan. (niaga.asia/Heri)

BALIKPAPAN.NIAGA.ASIA – Percepatan layanan air bersih di Kota Balikpapan terus diupayakan. Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menargetkan penambahan sekitar 12.000 sambungan rumah (SR) pada 2026, seiring peningkatan kapasitas produksi dan pembenahan sistem distribusi yang telah dilakukan dalam dua tahun terakhir.

Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, menegaskan tahun 2026 menjadi momentum penting setelah perusahaan fokus memperkuat fondasi internal dan infrastruktur sejak 2024.

“Kalau kita kilas balik ke 2024, hampir seluruh Indonesia mengalami kekurangan air. Balikpapan terdampak perubahan iklim dan El Nino. Produksi baru kembali normal dan mencapai 100 persen pada semester kedua 2024,” kata Yudhi, Kamis 5 Maret 2026.

Pada 2025, kondisi perusahaan dinilai semakin stabil. Dari sisi keuangan, PTMB tetap mencatatkan kinerja positif dan mampu menyumbang pendapatan asli daerah (PAD).

“Sampai akhir 2025 kita masih profit dan tetap memberikan kontribusi PAD kepada pemerintah daerah,” kata Yudhi.

Sepanjang 2025, total produksi air mencapai 46,6 juta meter kubik, naik sekitar 4,3 juta meter kubik dibanding tahun sebelumnya. Jumlah pelanggan tercatat sekitar 119.000 sambungan dengan cakupan layanan relatif stabil di angka 79 persen.

Menurut Yudhi, peningkatan produksi tersebut tidak lepas dari berbagai langkah perbaikan, mulai dari penanganan kebocoran pipa, pembenahan jaringan distribusi, revitalisasi sumur, hingga penambahan sumur baru.

“Kami memperbaiki seluruh jaringan yang bermasalah terlebih dahulu, baru kemudian melakukan pemasangan sambungan baru. Itu sebabnya target pelanggan 2025 yang semula 5.000 sampai 6.000 hanya terealisasi sekitar 4.000 sambungan, karena fokus kami memang pada pembenahan infrastruktur,” jelasnya.

Dengan kapasitas produksi yang kini melampaui 46 juta meter kubik, PTMB memproyeksikan ekspansi layanan lebih agresif pada 2026.

“Dengan produksi yang sudah meningkat, kami proyeksikan ada sekitar 12.000 sambungan baru pada 2026, khususnya di daerah yang suplai airnya sudah memadai,” ujarnya.

Tak hanya ekspansi, PTMB juga menegaskan komitmen pembiayaan mandiri tanpa penyertaan modal dari APBD. Berdasarkan analisis manajemen pada awal 2025, kondisi finansial perusahaan dinilai cukup kuat hingga 2029.

“Secara finansial, PTMB masih mampu melakukan perbaikan, optimalisasi produksi dan distribusi, serta pertumbuhan pelanggan tanpa penyertaan modal dalam bentuk investasi,” tegas Yudhi.

Masih disampaikan Yudhi, menambahkan, transformasi 2026 diarahkan pada efisiensi biaya dan peningkatan kualitas layanan.

“Bagaimana kita bekerja dengan biaya seminimal mungkin, tetapi hasilnya maksimal dan bisa langsung dirasakan masyarakat,” tutupnya.

Penulis: Heri | Editor: Saud Rosadi

Tag: