Petugas DPK Sebatik Tangkap Buaya Berkeliaran Dipemukiman Penduduk

Petugas DPK Sebatik mengamankan buaya yang sering masuk pemukiman penduduk, dipindahkan jauh dari pemukiman penduduk. (Foto Istimewa/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Kerap meresahkan dan mengancam keselamatan warga Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Sebatik Timur, seekor buaya berhasil diamankan petugas pos Dinas Pemadam Kebakaran (DPK) Sebatik.

“Warga resah dengan buaya di sana, terkadang buaya naik ke jembatan dekat pemukiman penduduk,” kata  Danton Pos DPK, Kecamatan Sebatik Timur, Abdul Rahman pada Niaga.Asia, Rabu (02/03/2022).

Penangkapan buaya untuk dievakuasi ke kawan jauh dari permukiman, dilaksanakan atas permintaan warga pada 28 Februari 2022  yang resah atas sering munculnya  buaya di sekitar rawa-rawa.

Hewan reptil buas membahayakan ini biasanya muncul ketika air pasang, terkadang buaya dengan santainya bermain di atas jembatan yang sehari-hari digunakan masyarakat berlalu lalang.

“Cara nangkapnya pakai karung, kebetulan buayanya terlihat tenang dan disana ada pukat yang menghalang buaya agar tidak bisa jauh bergerak,” sebutnya.

Buaya yang berusaha naik ke rawa tersangkut pukat hingga tidak dapat bergerak, kemudian petugas DPK dengan cepat menutup bagian kepala menggunakan karung dan mengikat bagian mulut.

Setelah berhasil diamankan, petugas DPK mengevakuasinya buaya naik ke armada kendaraan pemadam untuk dipindahkan ke wilayah perbatasan Indonesia – Malaysia.

“Buaya kita pindahkan ke wilayah perbatasan sekitar Lalosalo, Sei Melayu, Sebatik, kebetulan disana jauh dari pemukiman penduduk,” kata Rahman.

Evakuasi buaya bukan hal pertama bagi DPK Sebatik, beberapa kali pernah dilakukan tahun 2021 dan lokasi pemindahan buaya selalu di sekitar Lalosalo Sei Melayu yang selama ini menjadi habitat buaya.

Dikatakan Rahman, sungai – sungai di pulau Sebatik, rata-rata dihuni buaya dan masyarakat melaporkan,  meminta penangkapan, namun sampai hari ini belum ada korban diterkam buaya.

“Asal masyarakat melihat buaya pasti mereka lapor kami, kalau mau diturut – turut bisa tiap sungai ada buaya, tapi kami pilih-pilih mana yang berpotensi membahayakan,” tuturnya.

Jalur sungai dihuni buaya terpencar di beberapa lokasi seperti, jalur sungai melayu, Sei Nyamuk, rawa di sekitar muara Tanjung Aru berbatasan Sei Nyamuk. Terpencarnya buaya ke dikarenakan habitat sudah semakin terbatas.

Buaya paling besar di evakuasi tahun 2021 berukuran panjang 4.5 meter dengan lebar sekitar 40 sentimeter, buaya seukuran ini sangat berbahaya karena memiliki tingkat keganasan cukup tinggi.

“Saya takutkan anak kecil, kadang mereka turun berenang cari tiram, makanya saya sering sampaikan jangan main sekitar sungai,” beber Rahman.

Penangkapan buaya pernah pula dilakukan di lokasi sekolah Sei Nyamuk, buaya besar masuk ke ruang kelas, nasib baik saat itu malam hari bukan waktu belajar anak-anak.

“Banyak buaya di Sebatik masuk pemukiman penduduk. Tolong masyarakat hati-hati bermain sekitar sungai,” pungkasnya.

 Penulis : Budi Anshori | Editor : Rachmat Rolau

Tag: