dwi
Dwi Haryono

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Jumlah pemilih di Kota Samarinda untuk pemilihan gubernur Kaltim tanggal 27 Juni 2018  lebih kurang 584 ribu. Jumlah tersebut lebih banyak sekitar 8.000 pemiliha dibandingkan saat pemilihan wali kota  Samarinda tahun 2015 lalu. Kalau dibandingkan dengan total pemilih potensial di Kaltim 2,4 juta maka pemilih di Samarinda berkisar 23-24 persennya.

Hal itu dikatakan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda, Dwi Haryono pada Niaga.asia, Kamis (22/02) setelah kegiatan coklit (pencocokan dan penelitian) calon pemilih di Samarinda selesai dilaksanakan tanggal 18 Pebruari lalu.

Menurut Dwi, jumlah peemilih tersebut masih bisa bergeser hingga daftar pemilih tetap (DPT) disahkan karena faktor ada yang meninggal dunia, pindah domisili keluar daerah, adanya anggota Polisi/TNI pensiun, dan lain sebagainya. “Tapi yang jelas ya dikisaran angka 584 ribuan,” katanya.

Tentang jumlah TPS (Tempat Pemungutan Suara) nanti di Samarinda, Dwi menerangkan, ada usulan dari PPK (Petugas Pemilihan Kecamatan) ditambah dua TPS. Dua TPS baru itu sama-sama di Kecamatan Samarinda Utara, masing-masing di Kelurahan Sempaja Timur  dan di Lapas Narkotika di Sempaja Utara.

“Dari hitungan sementara, kalau TPS tidak ditambah, maka akan ada nanti TPS harus menampung pemilih 800 orang,” ujarnya. “Usulan penambahan TPS itu nanti akan disampaikan ke KPU Provinsi,” ungkapnya. Apabila TPS ditambah dua, maka nanti akan ada TPS di Samarinda  sebanyak 1.581 buah.

Diterangkan pula, mengingat cagub Kaltim yang akan mengikuti pemilihan sebanyak 4 paslon, gambaran sementara ini antusiasme masyarakat menggunakan hak pilihnya cukup tinggi, sehingga nanti diperkirakan jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih lebih tinggi dari saat pilwali 2015. Kalau di pilwali dulu yang menggunakan hak pilih hanya sekitar 49 persen, maka di pilgub kemungkinan besar jauh lebih banyak atau tinggi, dan mudah-mudahan sampai angka 70 persen.

Salah satu hal yang akan jadi perhatian KPU Samarinda, lanjut Dwi, yakni menyiapkan fisik petugas di TPS karena, jumlah suara yang akan dihitung lebih banyak, kemudian harus dimasukkan ke kolom rekap 4 paslon. “Perlu fisik yang prima, bisa jadi penghitungan suara bisa sampai malam hari,” kata Dwi. (001)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *