taufik
Mohammad Taufik.

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-Menjelang pemungutan suara di pemilihan gubernur Kaltim Periode 2018-2023, tanggal 27 Juni 2018, atau tinggal kurang dari dua bulan lagi,  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Timur mulai meningkatkan kampanye dan sosialisasi besar-besaran dengan target partisipasi pemilih nantinya lebih tinggi dari Pilkada Serentak Tahun 2015 yang hanya dikisaran 60 persen.

Kampanye dan sosialisasi besar-besaran dimulai tanggal 9 Mei 2018 dengan menggerakan penyelenggara pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) Kaltim di kabupaten/kota, Kecamatan, dan desa/kelurahan se-Kaltim untuk nonton bersama (nobar) debat calon gubernur dan wakil gubernur Kaltim yang akan disiarkan langsung stasiun televisi Inews, hari Rabu (9/5/2018).

“Kita sudah bersurat ke KPU Kabupaten/Kota se-Kaltim agar menggerakan semua penyelenggara pemilu ditingkat  kabupaten/kota, kecamatan, dan  desa serta kelurahan nobar masyarakat,” kata Ketua KPU Kaltim, Mohammad Taufik dalam jumpa pers di KPU Kaltim, Kamis (3/5/2018). Saat jumpa pers, Taufik didampingi anggota KPU Kaltim lainnya, Mohammad  Syamsul Hadi (Divisi SDM dan Parmas), Rudiansyah (Divisi Teknis dan Penyelenggaraan Pemilu), dan Viko Januardhy ( Divisi Hukum), dan staf dari Sekretariat KPU Kaltim.

BANER

Menurut Taufik, debat dimulai pukul 19.00-21.00 WIB atau pukul 20.00-22 Wita, waktu Kaltim. Diharapkan masyarakat, terutama yang sudah mempunyai hak pilih di 1.038 desa/kelurahan atau di 103 kecamatan di Kaltim benar-benar  menggunakan hak pilihnya di Pilgub Kaltim. “KPU Kaltim sudah mengirim surat edaran nobar itu ke KPU Kabupaten/Kota se-Kaltim,” tambahnya.

Kemudian, lanjut Taufik, KPU Kaltim juga menghimbau Pemprov Kaltim agar meminta kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) menyelenggarakan nobar pegawainya masing-masing. “Nobar yang dikoordinir KPU, PPK, dan PPS, serta pegawai itu dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi pemilih di Pilkada,” ujarnya.

Setelah kegiatan nobar, dilanjutkan dengan sosialisasi tatap muka dengan kelompok-kelompok masyarakat, satu kempok minimal 50 orang. Penyelenggara tatap muka itu KPU Kabupaten/Kota se-Kaltim, kampanye dan sosialisasi melalui media massa cetak, online, radio dan televisi lokal se-Kaltim. (001)

Berita Terkait