Pilkada Berau, Pjs BupatI: Data Pemilih Harus Clear 4 Desember

Pjs Bupati Berau Muhammad Ramadhan pimpin rapat persiapan pelaksanaan Pilkada Berau. (foto Rita Amelia/Niaga.Asia)

TANJUNG REDEB.NIAGA.ASIA-Untuk mengetahui persiapan pelaksanaan Pilkada Berau yang tinggal 9 hari lagi, Pemkab Berau kembali menggelar rapat persiapan dengan KPU, Disdukcapil, Dinkes, TNI dan Polri, Senin (30/11/2020).

Dalam rapat disepakati bersama untuk mempercepat semua proses pendataan pemilih dan juga persiapan lainnya, seperti logistik, petugas dan pengamanan.

Masalah data pemilih menjadi perhatian penting dalam rapat karena, masih banyaknya pemilih belum melakukan perekaman KTP elektronik, yang bisa menjadi masalah krusial, karena menentukan jumlah total suara pemilih nantinya.

Dari data yang dipaparkan Disdukcapil, ternyata sampai hari ini masih ada sekitar 408 penduduk sudah masuk usia hak memilih belum melakukan perekaman data, padahal Pilkada sudah dekat.

“Jadi, kita sepakat untuk mempercepat proses itu, dibantu dengan Polres dan TNI untuk koordinasi ke setiap kecamatan, kelurahan bahkan sampai ke RT, agar bisa mengakomodir warganya untuk melakukan perekaman. Dan proses ini harus kita selesaikan 4 Desember besok,” terang Pjs Bupati Berau Muhammad Ramadhan.

Untuk jumlah pemilih Berau, yang terdata di KPU masih 4223 ribu pemilih yang belum melakukan perekaman data.

Namun, dari data Disdukcapil yang sudah disandingkan dengan data SIAK, hanya tersisa 1.353 ribu pemilih yang belum merekam data. Jumlah inilah yang dikatakannya harus menjadi perhatian.

Karena ini juga menjadi salah satu faktor jumlah partisipasi pemilih pada Pilkada nantinya.

“Karena target  pusat kan 77,5 persen. Sedangkan simulasi yang digelar oleh KPU kemarin laporannya ternyata hanya 27 persen partisipasi pemilih yang hadir. Kita harapkan nanti pada saat hari H, jumlah partisipan bisa meningkat. Untuk itu kita harus lebih gencar dan ekstra sosialisasi lagi mendorong masyarakat agar mau menggunakan hak pilihnya,” tegasnya.

Sedangkan untuk persiapan lainnya seperti logistik, ditegaskannya harus kembali dipush ke provinsi, agar segera dikirimkan.

Apalagi Berau merupakan salah satu kabupaten di ujung Kaltim. Sehingga semua faktor harus dipertimbangkan, baik kendala saat proses pengiriman maupun kondisi logistik yang diterima.

“Tidak bisa disepelekan ini. Semua hal harus diantisipasi, kendala saat di perjalanan juga kita tidak tahu, jadi jangan sampai waktunya mepet saat tiba di Berau. Karena kita juga mendistribusikan logistik itu secara bertahap khususnya yang jauh, tidak bisa sehari selesai,” tutupnya. (mel/ADV)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *