Pindah ke Kelas Reguler, 7 Mahasiswa MMT ITK Kembali Terima UKT GratisPol

Ekspresi lega mahasiswa S2 ITK di akun media sosialnya usai mendapatkan kepastian kelanjutan beasiswa GratisPol Pendidikan dari Pemprov Kaltim. (Istimewa)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Pemprov Kaltim bersama ITK Balikpapan dalam penjelasan terbarunya hari ini mengatakan telah menyepakati solusi bagi  tujuh mahasiswa Program Pascasarjana MMT (Magister Manajemen Teknologi) yang sempat kehilangan status penerima Program GratisPol Pendidikan, dengan skema ke 7 mahasiswa tersebut pindah dari kelas eksekutif ke kelas reguler.

Kesepakatan ini menjadi jalan keluar atas kegelisahan sedikitnya tujuh mahasiswa MMT ITK, termasuk 2 orang mahasiswa lainnya, yang sebelumnya dinyatakan lolos sebagai penerima GratisPol pada September 2025, namun menerima surat pembatalan dua minggu menjelang pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester dua.

Kepala Biro (Kabiro) POD Setdaprov Kaltim, Siti Sugiyanti menjelaskan bahwa sebenarnya tidak ada masalah antara Pemprov Kaltim dan ITK sebagaimana isu yang sempat beredar di ruang publik. Menurutnya, koordinasi antara kedua pihak selama ini berjalan dengan baik.

“Beberapa isu yang muncul sebelumnya lebih disebabkan oleh miskomunikasi administratif, dan sudah diselesaikan melalui mekanisme resmi,” ungkapnya melalui press release yang diterima oleh Niaga.Asia, Rabu (28/1/2026).

Dalam surat tertanggal 8 Januari 2026, disebutkan bahwa mahasiswa kelas eksekutif tidak dapat menerima beasiswa GratisPol. Padahal, perkuliahan telah berjalan satu semester dan mahasiswa dihadapkan pada kewajiban pembayaran biaya kuliah sekitar Rp15 juta agar dapat melanjutkan studi.

Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, Pemprov Kaltim dan ITK menggelar rapat koordinasi pada Rabu (28/1/2026). Rapat ini dihadiri jajaran Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim, Tim Pengelola Pendidikan GratisPol (TP2G), Tim Ahli Gubernur Kaltim, serta pimpinan dan perwakilan ITK.

Adapun peserta rapat yang hadir, diantaranya; Tim Ahli Gubernur Tommy Pusriadi dan Reza Padillah; Kepala POD Setdaprov Kaltim Siti Sugiyanti, Plh. Kabiro Kesra Setdaprov Kaltim Muhammad Hamsani; Ketua TP2G Bohari Yusuf; bersama anggotanya Mustaid Yusuf dan K.H. Nasikin; Pengarah TP2G Zulkarnaen.

Hadir pula jajaran dari verifikator TP2G, yakni; Fika Rahmayani, Andi Dini Hapsari, Astri Viani, Muhammad Syamsudin, Adela Lestari, Almira Jamalina Yumna, Yoga Aulia Ramadhani, Lia Rusdiana, Nanda Fajrul Hanif dan Sugianto.

Sementara dari ITK, dihadiri Kabiro Akademik dan Umum Yuspian; Pth. Kepala Bagian Akademik Ike Wayan Norma Yunita; serta Ketua Tim Kerja Humas dan Keprotokolan Nabila Khaerunnisa.

Siti Sugiyanti menjelaskan, Pemprov Kaltim dan ITK juga telah menyepakati solusi serta langkah tindak lanjut bagi tujuh mahasiswa yang sebelumnya belum terakomodir dalam Program GratisPol Pendidikan.

Penanganan dan tindak lanjut terhadap mahasiswa bersangkutan akan dilakukan secara bersama oleh Pemprov Kaltim dan ITK, sesuai ketentuan akademik serta mekanisme internal kampus.

“Wewenang tindak lanjut dilaksanakan atas kesepakatan bersama antara Pemprov Kaltim dan ITK, dengan tetap mengacu pada regulasi dan ketentuan akademik yang berlaku,” jelasnya.

Pemprov Kaltim dan ITK, berkomitmen akan memastikan seluruh mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Teknologi yang memenuhi kriteria tetap dapat melanjutkan pendidikan melalui Program GratisPol Pendidikan.

Komitmen ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Daerah (Pemda) dalam menjaga keberlanjutan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Kaltim.

Pemprov Kaltim juga menyampaikan apresiasi atas kerja sama konstruktif yang ditunjukkan oleh pihak ITK selama proses koordinasi berlangsung. Sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan dinilai penting dalam mendukung kebijakan pembangunan sumber daya manusia.

“Kedua pihak berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi demi peningkatan mutu sumber daya manusia Kaltim yang berdaya saing tinggi dan berintegritas,” terangnya.

Tanggapan Mahasiswa ITK

Menanggapi kabar tersebut, salah seorang mahasiswa S2 ITK melalui akun media sosial TikTok @ramdny turut menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kejelasan kelanjutan Program GratisPol Pendidikan yang kini telah disepakati, tanpa menyebutkan bahwa dia harus pindah kuliah dari kelas eksekutif ke kelas reguler.

Dalam unggahan videonya, mahasiswa itu menyebut bahwa dirinya bersama tujuh orang mahasiswa lainnya, termasuk dua mahasiswa yang sebelumnya sempat dinyatakan tidak lolos, akhirnya memperoleh titik terang terkait status beasiswa GratisPol.

Berdasarkan press release Pemprov Kaltim dan pengelola Program GratisPol kata dia, beasiswa mereka dipastikan akan dilanjutkan bahkan dicairkan untuk semester 2, 3, dan 4, meskipun untuk semester 1 tidak dapat terakomodir.

Walau demikian, ia menegaskan hal tersebut tidak menjadi persoalan, karena tujuan utama mahasiswa sejak awal adalah memastikan keberlanjutan beasiswa hingga akhir masa studi.

“Yang penting bagi kami, beasiswanya bisa terus berlanjut sampai selesai,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memperjuangkan hak mahasiswa, mulai dari Pemprov Kaltim, pengelola Program GratisPol, hingga pihak kampus ITK yang dinilainya telah bekerja keras agar para mahasiswa tidak sampai menghentikan studi.

Secara khusus, ia menyampaikan apresiasi kepada Istri Gubernur Kaltim, Sarifah Suraidah Harum, yang disebutnya telah mendengarkan aspirasi mahasiswa melalui jajarannya, serta kepada Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud selaku penggagas Program GratisPol Pendidikan.

Ke depannya, Program GratisPol diharapkan terus diperbaiki dan diperluas manfaatnya, sehingga semakin banyak mahasiswa Kaltim yang bisa mengenyam pendidikan tinggi secara gratis, mulai dari jenjang S1 hingga S3, khususnya di dalam wilayah provinsi.

Tak hanya itu, ia juga mengajak generasi muda Kaltim, khususnya lulusan S1, untuk memanfaatkan peluang melanjutkan studi di ITK. Terkhususnya, Program Pascasarjana Magister Manajemen Teknologi (MMT) ITK yang dirasa memiliki kualitas baik dengan dukungan tenaga pengajar lulusan luar negeri.

“Kesempatannya sangat bagus bagi teman-teman yang ingin lanjut S2 di dalam provinsi. Nggak perlu jauh-jauh ke luar daerah, kualitasnya sudah sangat layak,” tuturnya.

Ia juga mengimbau mahasiswa lain yang masih menghadapi kendala terkait beasiswa GratisPol agar aktif berkomunikasi dengan admin GratisPol maupun pihak kampus terkait, seraya berharap seluruh mahasiswa Kaltim dapat bersama-sama merasakan manfaat program unggulan Pemerintah Provinsi Kaltim tersebut.

“Semoga kita semuanya yang mahasiswa Kaltim bareng-bareng bisa menikmati program ini,” paparnya.

Salah seorang mahasiswa terdampak, Ade Rahayu Putri Jaya, Mahasiswi Magister S2 Program Studi Manajemen Teknologi Kelas Eksekutif ITK, juga mengapresiasi Pemprov Kaltim atas solusi yang diberikan.

Ia merasa bersyukur karena permasalahan yang sempat dihadapi mahasiswa akhirnya menemukan jalan keluar melalui komunikasi dan kerja sama yang baik antara pihak ITK dan Pemprov Kaltim.

“Alhamdulillah, kami telah mendapatkan solusi terbaik atas permasalahan yang kami hadapi melalui kerja sama dan komunikasi yang baik antara pihak ITK dan Pemprov Kaltim,” kata Ade.

Secara khusus, ia mengucapkan terima kasih kepada pihak ITK yang dinilainya telah banyak membantu dan menunjukkan sikap terbuka dalam proses penyelesaian persoalan terkait Program GratisPol Pendidikan.

Selain itu, Ade juga menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan media serta berbagai pihak yang dinilainya telah bersikap netral, profesional, dan konsisten dalam mengawal permasalahan tersebut hingga mendapatkan kejelasan.

Ucapan terima kasih juga disampaikan Ade kepada Pemprov Kaltim, yang memfasilitasi dan membantu menjembatani komunikasi antara mahasiswa dan pihak kampus hingga tercapai solusi yang dinilai terbaik bagi semua pihak.

Ke depan, Ade berharap pelaksanaan Program GratisPol Pendidikan dapat disosialisasikan secara lebih jelas dan menyeluruh sejak awal, mulai dari proses pendaftarannya hingga persyaratan yang harus dipenuhi, agar tidak kembali menimbulkan kebingungan di kemudian hari.

“Kami harap ke depannya program GratisPol dapat disosialisasikan dengan lebih jelas sejak awal, agar permasalahan serupa tidak terulang,” imbuhnya.

Ia menegaskan, para mahasiswa terdampak sepakat untuk tidak mengundurkan diri dan tetap melanjutkan perkuliahan, mengingat solusi yang diberikan saat ini dinilai sebagai jalan terbaik.

“Kami sepakat untuk tetap melanjutkan kuliah karena solusi yang diberikan merupakan yang terbaik bagi kami,” pungkasnya.

Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan

Tag: