
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Kalimantan Timur secara mengejutkan memberikan pernyataan sikap terkait peta politik ke depan.
Meski sempat menjadi salah satu partai pengusung pasangan Rudy Mas’ud dan Seno Aji di Pilkada 2024, PKB memastikan tidak akan lagi memberikan dukungan kepada Rudy maupun Seno saat maju kembali pada Pilgub 2029 mendatang.
Ketua DPW PKB Kaltim Syafruddin mengatakan, partainya kini mulai mengambil jarak dan memposisikan diri sebagai pengawal kebijakan pemerintah. PKB menyatakan akan bersikap objektif dalam menyikapi setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pasangan Rudy-Seno selama menjabat.
PKB akan tetap mendukung program pemerintah selama berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. Namun sebaliknya, PKB akan memberi peringatan keras jika kebijakan yang diambil justru merugikan rakyat.
“Memang waktu Pilkada kemarin PKB pengusung Rudy Seno. Namun saat ini PKB menyatakan sikap siap mengkritik serta menolak kebijakan Rudy-Seno yang tidak berorientasi keberpihakan kepada masyarakat,” kata Syafruddin, dalam kegiatan silaturahmi dirangkai buka puasa bersama dengan insan pers di Pendopo Sekretariat, Jalan Bhayangkara, Samarinda, Senin 2 Maret 2026.
Syafruddin menegaskan kembali PKB tidak akan segan untuk mengambil langkah konfrontatif secara politik, jika ditemukan kebijakan yang melenceng.
“Kami akan menyerang atau mengkritik habis dan menolak kebijakan itu, selama tidak berpihak ke rakyat,” tegasnya.
Alasan utama di balik penegasan PKB tidak lagi mendukung Rudy-Seno pada periode mendatang adalah ambisi partai untuk mendorong kader sendiri. Syafruddin menyebut PKB Kaltim telah mengantongi nama yang dianggap mumpuni untuk bertarung di kursi KT 1 Kaltim.
“Siapa orangnya? Rahasia. Yang jelas telah berpengalaman di eksekutif dan sedang dalam perjalanan (OTW) dua periode, jadi multak di Pilgub mendatang kami tidak mendukung baik Rudy maupun Seno,” tegas Syafruddin.
Di kesempatan itu, Syafruddin juga menyinggung kendala masyarakat terkait keberlangsungan program Gratispol, sebagai program andalan Rudy-Seno,
“Saat ini kita tidak bisa mengasih masukan, ruang diskusi aja tidak ada. Kita hanya mengantarkannya menjadi Gubernur,” ucapnya.
Tidak hanya di tingkat provinsi, PKB juga mulai memanaskan mesin partai untuk kontestasi Pilkada Wali Kota/Bupati di tingkat kabupaten/kota.
Partai hijau berlambang bola dunia ini juga memasang target ambisius pada Pemilu 2029. Dari enam kursi DPRD provinsi saat ini, partai menargetkan peningkatan signifikan agar dapat mengusung calon Gubernur secara mandiri.
“Target 2029 lebih besar lagi. Kami ingin menambah kursi menjadi 11 agar bisa mengusung sendiri pada Pilgub yang akan datang,” demikian Syafruddin
Penulis: Nur Asih Damayanti | Editor: Saud Rosadi
Tag: Pilgub KaltimPilkadaPKB