PKS Kaltim Mulai Susun Strategi Menuju Pemilu 2029

Ketua DPW PKS Kaltim Ardiansyah Sulaiman. (Niaga.Asia/Lydia Apriliani)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) sebagai tindak lanjut amanat Rakernas PKS 2025.

Kegiatan yang berlangsung padat satu hari ini menjadi tonggak awal penyusunan strategi kerja partai menjelang tahun implementasi 2026 dan persiapan panjang menuju Pemilu 2029.

Ketua DPW PKS Kaltim Ardiansyah Sulaiman, menjelaskan bahwa rakorwil ini merupakan kewajiban seluruh DPW se-Indonesia untuk memastikan arahan pusat bisa diterjemahkan secara konkret di wilayah masing-masing.

“Alhamdulillah hari ini kita menindaklanjuti amanat rakernas. Semua DPW diminta segera mengadakan rakorwil, dan Kaltim pun segera melaksanakannya dalam satu hari ini untuk mengejar waktu karena tahun 2025 tinggal satu bulan lagi,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).

Beberapa program kata Ardiansyah, mulai berjalan sejak Oktober, namun penyusunan lengkap indeks kerja program dilakukan dalam rakorwil kali ini. Seluruh ketua bidang DPD PKS bahkan hadir untuk merumuskan langkah-langkah strategis.

Setidaknya, pembahasan mencakup program unggulan nasional, 35 indeks kerja program, serta rencana implementasi 2026. Namun hasil lengkap belum dapat dipublikasikan.

“Hasilnya belum bisa kita sampaikan. Ada hal-hal menarik dari rapat komisi. Semua itu akan dijabarkan setelah pembahasan selesai,” jelasnya.

Disinggung apa isu yang paling ditekankan dalam rakorwil ini, ia membeberkan bahwa PKS Kaltim menempatkan Rumah Keluarga Indonesia dan ketahanan keluarga sebagai isu prioritas. Program ini dinilai relevan untuk memperkuat basis pelayanan masyarakat.

Menurutnya, partai politik adalah bagian dari trias politica yang memberi pelayanan terbaik pada masyarakat. Amanat dari Presiden PKS, yakni menekankan agar pelayanan publik dapat dimaksimalkan untuk memenangkan hati masyarakat Indonesia, khususnya Kaltim.

“Presiden PKS memberikan arahan melalui video sambutan yang diputar serentak untuk seluruh rakorwil se-Indonesia. Intinya, PKS diminta memperkuat dua aspek utama, yaitu kader dan pelayanan publik,” terangnya.

Ditanya soal strategi khusus menghadapi Pemilu 2029, Ardiansyah memilih menahan diri. Sementara mengenai kemungkinan calon tunggal atau figur yang disiapkan untuk 2029, ia menyebut semuanya masih tahap persiapan awal.

Hadir dalam rakorwil, Sekretaris Fraksi PKS DPRD Kaltim Agusriansyah Ridwan pun turut memaparkan bahwa PKS pusat menekankan pola Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) sebagai model peningkatan kapasitas kader.

“Hari ini kita melaksanakan peningkatan kader baru, baik yang pratama maupun muda. Kader pelopor diaktifkan untuk pembinaan dan rekrutmen di berbagai komunitas,” paparnya.

Agusriansyah membeberkan dua fokus utama PKS Kaltim mengarah pada internal maupun eksternal. Di internal, PKS akan melakukan penguatan kader pelopor untuk membangun soliditas dan memperbanyak rekrutmen kader baru.

Sedangkan eksternal, PKS Kaltim melakukan optimalisasi pelayanan publik oleh pejabat publik PKS, baik eksekutif maupun legislatif, termasuk pendampingan dan advokasi masyarakat.

“Struktur dari DPP sampai Depra desa harus hadir di tengah masyarakat,” tegasnya.

Ketika ditanya soal kader potensial menuju 2029, Agusriansyah menyebut PKS telah memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni.

“Kader PKS tidak diragukan dari sisi kapasitas dan keteladanan. Kita ingin kader tampil di pilpres, pilgub, hingga pilkada di 10 kabupaten/kota,” tuturnya.

Ia juga menyinggung basis suara PKS yang selama ini kuat di wilayah utara seperti Berau dan Kutai Timur, namun kota besar seperti Samarinda, Balikpapan, dan Kukar tetap menjadi prioritas penguatan.

“Hasil 2024 perlu dievaluasi. Kita akan perbanyak rekrutmen kader dan menguatkan advokasi publik. Pengalaman tahun 2024 jadi pelajaran berharga untuk kemenangan 2029,” tutupnya.

Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan

Tag: