aa

SAMARINDA.NIAGA.ASIA-PT PLN (Persero) mengklaim 85 persen penduduk Kalimantan Utara (Kaltara) sudah menimati lisrik, atau berada pada tingkat menengah untuk urusan wilayah yang teraliri listrik.

Hal itu diungkapkan  Adi Priyanto, Head of Power System Planning PT PLN Pusat di Jakarta saat menerima Gubernur Kaltara, DR. H Irianto Lambrie, Selasa (7/8). Selain itu Adi juga menyampaikan ke gubernur tentang rencana pengembangan kelistrikan di Kaltara.  Di  Kalimantan, ratio elektrifikasi tertinggi adalah Kaltim sekitar 92 persen, disusul Kalbar, Kaltara dan Kalsel. Sedangkan  Kalteng yang baru 74 persen.

Menurut Irianto Lambrie, dalam pertemuan itu dia membahas bersama Adi rasio desa berlistrik di Kaltara yang sudah 92,74 persen tapi  masih ada 35 desa yang belum teraliri listrik. “Kita targetkan, pada 2019 sudah bisa 100 persen. Itu kita dorong,” ujarnya. Untuk elektrifikasi secara keseluruhan di Kaltara, PLN bersama Pemprov Kaltara menargetkan rasio elektrifikasi sudah 100 persen pada 2021.

PLN juga merencanakan untuk bekerja sama dengan PT KHE (Kayan Hydro Energi), dalam pengembangan PLTA. Di mana PLN akan membangun transmisi 150 KV hingga ke Malinau dan Nunukan. Untuk wilayah Kaltara, pembangunan transmisi 2020 ditarget sudah selesai . Kemudian  tahun  2023 se-Kalimantan sudah selesai, bahkan sudah sampai ke Sabah, karena PLN akan menjual listrik ke Sabah dengan target 100 MW di 2023 dan 300 MW di 2025. Harga jualnya sekitar RM 7 Sen per KWH.

aa
Adi Priyanto, Head of Power System Planning PT PLN Pusat di Jakarta saat menerima Gubernur Kaltara, DR. H Irianto Lambrie, Selasa (7/8 (Foto dan Grafis Infopubdok Kaltara)

Untuk itu, lanjut gubernur, tim dari PLN Pusat termasuk  Pak Adi Priyanto akan datang  ke Kaltara. Tim ini akan bekerjasama dengan Pemprov Kaltara untuk meninjau ke KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi. Di sisi lain, usulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara  untuk pembangunan infrastruktur listrik di provinsi ini telah direalisasi. Pengadaan pembangkit baru hingga pembangunan jaringan mulai dilakukan di sejumlah daerah yang diusulkan.

Berdasarkan laporan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), tahun ini ada beberapa usulan yang disampaikan Pemprov Kaltara melalui PT PLN (persero). Di antaranya, penyediaan pembangkit tenaga listrik dan pembangunan jaringan di beberapa wilayah di Kaltara yang selama ini belum terjamah listrik.

Dari usulan yang disampaikan, tahun ini terealisasi di beberapa kecamatan. Antara lain, di Sembakung Atulai, Sei Menggaris dan Krayan Selatan (Kabupaten Nunukan), serta di Tanjung Buka, Kecamatan Tanjung Palas Tengah (Bulungan). Termasuk penyediaan tenaga listrik di tiga kecamatan di Malinau.

aa

Untuk tahun depan, Pemprov Kaltara melalui Dinas ESDM kembali akan mengusulkan beberapa program pembangunan infrastruktur listrik di beberapa wilayah lainnya yang belum terlayani listrik. Di antaranya di Sesayap Hilir, Manjalutung, Bebatu dan Barangdikis, Kabupaten Tana Tidung.

aa

Kemudian di Malinau, diusulkan pembangunan jaringan dan pembangkit di Malinau Selatan Hilir dan Malinau Selatan. Meliputi, Desa Punan Setarap, Batu Kajang, Gongsolok, Binabethayup, Long Loreh, Langap, Paya Seturan dan Tanjung Nanga. Kita juga akan usulkan untuk di Sebuku, Sembakung dan Krayan, Kabupaten Nunukan. Harapannya bisa terealisasi pada 2019 mendatang. (001)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *