aa
Warga Kampung Tebol usai rapat membahas pemasangan sambungan listrik  dari PLN. (foto Istimewa/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Perjuangan masyarakat kampung Tebol, Desa Sei Limau, Kecamatan Sebatik Tengah mendapatkan penerangan listrik mendapat angin segar dengan adanya permintaan pihak PT PLN Area Berau untuk segera mengirimkan proposal pengajuan di tahun 2020.

“Alhamudlilah ada tanggapan positif, manajemen PT PLN Berau minta proposal dan keterangan tanda persetujuan warga,” kata Anggota DPRD Nunukan Andre Pratama, Senin (21/1/2020).

Tanggapan PLN terhadap permintaan jaringan listrik di Kampung Tabel berawal sejak tahun 2019, Andre bersama masyarakat berusaha memenuhi segala persyaratan PLN terutama pada perbaikan akses jalan menuju pemukiman masyarakat.

Setelah berhasil memperbaiki akses jalan dengan dana pribadi dan swadaya sepanjang hampir 6 kilometer, pihak PLN melalukan surpey lapangan. Setidaknya ada 2 kali surpey meneliti kelayakan jalan dan jumlah pelanggan.

“Kalau sesuai proposal tanda tangan, ada 54 Kepala Keluarga di Kampung Tebol, ada lagi 2 keluarga dalam satu rumah, kalau ditotal 66 kepala keluarga” ucap Andre.

Rencana pemasangan listrik telah dilakukan musyawarah bersama dengan pemerintah desa, BPD, kepala dusun, ketua RT dan tokoh masyarakat RT 05 ataupu RT 08, masyarakat di kedua RT tersebut sepakat tidak menunggut ganti rugi apabila ada penebangan pohon.

Masyarakat lanjut Andre, merelakan pohon dan tanah tempat akan terpasangnya tiang-tiang listrik dari akses jalan utama desa menuju Kampung Tabol sepanjang kurang lebih 4 kilometer disertai dengan bukti surat pernyataan tidak keberatan.

“Ada kesepakatan bersama tidak meminta ganti rugi terkait penebangan pohon ataupun pemasangan tiang listrik,” terangnya.

Segala bentuk kesepakatan bersama masyarakat terlampir dalam proposal yang isinya, surat peryataan merelakan pohon/tanaman ditebang, surat peryataan tidak keberatan dipasang tiang listrik PLN, peta lokasi, daftar potensi pelanggan PLN dan dokumen rapat.

Terlepas dari keinginan mendapatkan jaringan listrik, penerangan ini bertujuan memberikan hal yang sama terhadap seluruh masyarakah, apalagi masyarakat disana adalah warga yang berdomisili di wilayah perbatasan Indonesia.

“Mereka warga perbatasan Indonesia, warga garis depan menjaga NKRI, sudah sewajarnya mendapatkan hak menikmati listrik negara,” tutur Andre.

Selama bertahun-tahun, warga Kampung Tebol menggunakan penerangan seadaanya, bagi masyarakat ekonomi sedang bisa memiliki lampu tenaga surya, sedangkan bagi masyarakat miskin terpaksa menggunakan lampu tembok dari minyak tanah.

Keinginan mendapatkan aliran listrik adalah harapan terbesar masyarakat Kampung Tebol, akankah warga yang bermukim di perbatasan Indonesia itu menikmati penerangan layaknya kampung-kampung lainnya di Pulau Sebatik. (002)

 

 

 

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *