aa
Polda Kaltim sita alat dan peralatan, serta bahan baku pembuatan sabu-sabu, dan Reskiah dan Lemengkeng di Samarinda, Jumat (30/11). (Foto Tribun Kaltim)

BALIKPAPAN.NIAGA.ASIA-Polda Kaltim menggerebek suah rumah sewaan di Samarinda, menyita sejumlah peralatan memproduksi narkotika jenis sabu-sabu, sabu-sabu sudah jadi sebanyak 67,78 gram. Kemudian, juga mengamankan dua penyewa rumah Reskiah dan Lamengkeng, dan menetapkan seorang lagi dengan inisial D sebagai buronan.

Dalam rilisnya di Markas Polda Kaltim, Selasa (4/12) siang, ujar DiresnarkobaPolda Kaltim, Kombes Pol Akhmad Shaury kepada wartawan mengungkapkan, penggerebekan rumah sewaan yang  berada di Jalan Elang, Gang Ketapi RT 106, Kecamatan Sungai Pinang dilaksanakan  Jumat (30/11) malam, dipimpin langsung Kasubdit I AKBP Karyoto.

“Dalam rumah tersebut anggota menemukan 15 peralatan, 16 bahan dasar pembuatan sabu,  serta sabu seberat 67,78 gram, Reskiah dan Lamengkeng yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka,” kata Shaury. “Penggerebekan dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat,” tambahnya.

Alat dan peralatan pembuatan sabu yang ditemukan diantaranya tabung destilasi ukuran besar dan kecil, kondensor, gelas ukur, aluminium foil hingga pipet. Sedangkan barang bukti bahan dasar pembuatan sabu adalah  alkohol 70 persen, air aki, obat tetes mata, hingga perwarna pakaian. Hasil produksinya berupa 4 plastik klip berisikan serbuk diduga sabu seberat  67,78 gram.

aa
Barang bukti hasil sitaan Polda Kaltim di Samarinda.

Sangat mencemaskan

Tentang penyalahgunaan dan peredaran narkotika seperti sabu-sabu di Kaltim, Wakil Gubernur Kaltim, H Hadi Mulyadi dalam pertemuan dengan sejumlah pengelola media online, Selasa (4/11) mengungkapkan bahwa sudah sangat mencemaskan dan merusak, masuk ke semua lapisan masyarakat. “kita berada diranking 3 nasional, suatu ranking yang ytak membanggakan sama sekali,” ucapnya.

Korban dari peredaran narkoba, rumah tangganya rusak, menjadi miskin, hingga akhirnya jatuh ke perbuatan kriminal, misalnya mencuri dan membegal. “Masalah peredaran narkoba ini sangat memerlukan penanganganan segera, kami di Pemprov akan membicarakannya dengan Pemerintah Kabupaten/Kota dan Polisi,” ujar Hadi.

Wagub juga mengapresiasi hasil kerja Polisi yang tanpa kenal lelah terus berusaha menghentikan peredaran narkoba di Kaltim, dan tentu saja apa yang dikerjakan Polisi akan lebih terbantu kalau masyarakat ikut berpertisipasi mencegah peredaran narkoba. “Saya juga mengajak media untuk terus memberitakan bahaya narkoba agar masyarakat lebih sadar bahaya narkoba,” kata Wagub. (*/001)

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *