Polisi Amankan Dua Perempuan Hamil Asal Sebatik Miliki Sabu 100,26 Gram

Barang bukti sabu 100,26 gram milik RN dan SR.  (Foto Istimewa/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA-Satuan Resnarkoba Polres Nunukan mengamankan dua perempuan yang sama-sama sedang hamil tua, RD (38) dan SR (38) memiliki 2 bungkus narkotika golongan I jenis sabu seberat 100,26 gram, Jumat (12/08/2022).

“Pelaku diamankan sekitar pukul 09:30 Wita di sekitar dermaga pelabuhan Sei Pancang Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan,” kata Kapolres Nunukan AKBP Ricky Hadiyanto pada Niaga.Asia, Rabu (18/08/2022).

Pengungkapan perkara berawal dari tertangkapnya RD warga Jalan Kartini, Desa Tanjung Aru, Kecamatan Sebatik Timur, di sekitar dermaga Sei Pancang Sebatik. Pelaku diduga sedang menunggu keberangkatan Speedboat  Sadewa Gemilang tujuan kota Tarakan.

Dua perempuan hamil, RN dan SR jadi tersangka kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu.  (Foto Istimewa/Niaga.Asia)

IRT yang  sedang hamil 7 bulan tersebut membawa satu buah kantong plastik berisi makanan ringan. Ketika dilakukan penggeledahan ditemukan 2 buah bungkus plastik warna transparan berisi narkotika jenis sabu.

“Dua bungkus sabu 100,26 gram disimpan dalam tempat makanan ringan merk Potato dan Pringles,” sebutnya.

Ricky menerangkan, berdasarkan pengakuan RD, narkotika sabu diperoleh dari SR alias Mamak Dila, warga Jalan Jenderal Sudirman, Desa Padaidi, Kecamatan Sebatik. Domisili lainnya di Jalan Pantai Indah Desa Tanjung Aru, Kecamatan Sebatik Timur.

SR yang diamankan di rumahnya mengatakan bahwa, sabu yang diberikan kepada RD diperoleh dari seorang laki-laki bernama Ride warga Bergosong, Tawau, Sabah, Malaysia. Sabu rencananya akan diserahkan kepada Kamil warga kota Tarakan

“SR juga sedang hamil tua usia kandungan 9 bulan dengan perkiraan melahirkan sekitar 23 Agustus 2022,” ujarnya.

Kedua pelaku membeli sabu seharga Rp 15 juta dengan cara patungan. RD memberikan uang sebesar Rp 10 juta dan SR Rp 5 juta. Transaksi pembelian sabu dilakukan oleh SR bertemu Ride di wilayah perbatasan Sebatik Malaysia.

Pelaku diancam pasal Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan pidana minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun atau seumur hidup.

“Proses pemeriksaan tetap memperhatikan kondisi kesehatan mengingat kedua pelaku hamil tua dan tidak lama lagi melahirkan,” tuturnya.

Penulis : Budi Anshori | Editor : Rachmat Rolau 

Tag: