Polisi Bos Tambang Emas Ilegal di Sekatak Dijerat Pasal Berlapis

Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol Daniel Adityajaya saat menunjukkan barang bukti disita terkait kasus tambang emas ilegal melibatkan Briptu Hasbudi, Senin 9 Mei 2022 (Foto : istimewa)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA — Polda Kalimantan Utara hari ini menyampaikan penjelasan resmi usai penangkapan dan penetapan tersangka personil Ditpolairud Polda Kaltara, Briptu Hasbudi, bersama 5 orang lainnya, terkait dugaan kasus tambang emas ilegal. Hasbudi dijerat pasal berlapis.

Kapolda Kaltara Irjen Pol Daniel Adityajaya mengatakan, penyelidikan dugaan tambang emas ilegal mulai dilakukan pendalaman sejak 21 April 2022 yang berlokasi di Desa Sekatak Buji Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan.

“Kapolda Kaltara membentuk tim khusus gabungan Ditreskrimsus, Polres Bulungan dan Polres Tarakan untuk melaksanakan lidik dan sidik dugaan ilegal mining (tambang ilegal),” kata Daniel, Senin (9/5).

Dari penyelidikan tim gabungan di lapangan ditemukan adanya kegiatan penambangan emas yang dilakukan secara ilegal. Selanjutnya pada hari Sabtu 30 April 2022, dilakukan penyelidikan lanjutan berkoordinasi dengan PT Banyu Telaga Mas (BTM).

Penambangan ilegal yang melibatkan Briptu Hasbudi berada di konsesi PT BTM bukan di bawah surat perintah kerja (SPK) maupun joint operation (PT BTM). Sehingga patut diduga segala kegiatan penambangan adalah ilegal.

“Terdapat indikasi adanya kasus lainnya yang menyeret Briptu HSB. Namun saat ini Polda Kaltara fokus menuntaskan kasus penambangan ilegal dulu,” ujar Daniel.

Penyelidikan berlanjut terhadap orang-orang yang terlibat dalam kegiatan tambang. Di mana sekitar pukul 17.30 WITA pada hari Sabtu (30/4), diamankan 5 orang masing-masing MI sebagai koordinator, HS alias ECA sebagai mandor

Kemudian, M alias Maco sebagai penjaga bak, BU sebagai sopir truk sewaan, dan I sebagai sopir truk sewaan. Turut diamankan pula 3 unit ekskavator, 2 truk, 4 drum sianida dan 5 karbon perendaman.

“Dari hasil pemeriksaan diperoleh fakta bahwa pemilik tambang emas ilegal adalah oknum polisi Briptu HSB dan Mulyadi alias Adi sebagai koordinator seluruhnya,” terang Daniel.

Terkait perkara itu, Daniel menegaskan juga Polda Kaltara sejak 1 Mei 2022 melakukan gelar perkara dan meningkatkan status 5 orang pelaku dan Hasbudi sebagai tersangka melanggar Pasal 158 jo Pasal 160 UU No 3 Tahun 2020 tentang perubahan UU No 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp100 miliar.

Berdasarkan analisa dan informasi lainnya, bahwa terdapat upaya nyata dari Hasbudi dan Adi menghilangkan barang bukti kejahatan. Sehingga dilakukan penangkapan terhadap pelaku tanggal 4 Mei 2022 di Bandara Juwata Tarakan.

Alat berat yang digunakan aktivitas tambang emas ilegal di Sekatak disita kepolisian. Briptu Hasbudi dijerat pasal berlapis (Foto : istimewa)

“Ada dugaan ingin melarikan diri lewat bandara Tarakan. Makanya kami bergerak cepat menghentikan pergerakan pelaku,” tegas Daniel.

17 Kontainer Berisi Ballpress

Pascapenangkapan Hasbudi, tim gabungan penggeledahan rumah pelaku dan ditemukan beberapa dokumen yang terdapat kegiatan ilegal diduga ballpres atau baju bekas dan narkoba.

Hasil pemeriksaan ditemukan bahwa ballpres tersimpan dalam 17 kontainer di pelabuhan Tarakan. Setelah selama 3 hari berturut-turut dilakukan pengecekan menggunakan unit K-9 Bea Cukai dan Polda Kaltim, tidak ditemukan indikasi narkoba.

“Temuan 17 kontainer tidak sesuai manifes yang menurut laporan dokumen pelayaran bermuatan rumput laut,” ungkap Daniel.

Untuk perkara ballpres, penyidik Polda Kaltara menerapkan Pasal 112 Jo Pasal 51 Ayat (2) UU RI Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan sebagaimana diubah dalam UU RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja Pasal 51 Ayat (2) halaman 287 Jo Pasal 2 Ayat (3) Huruf d Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor 18 Tahun 2021 tentang Barang Dilarang Ekspor dan Barang Dilarang Impor.

Pelaku yang terjerat pasal tersebut diancam hukuman 5 tahun penjara dan Pasal 10 UU RI No 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 dan maksimal 20 tahun.

“Hasbudi diancam pasal berlapis. Termasuk kemungkinan penyelidikan diarahkan ke pasal TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang),” ucapnya.

Selain mengamankan ballpres dalam kontainer, Polda Kaltara mengamankan 11 unit speedboat diduga milik Hasbudi, yang diduga sebagai alat ataupun hasil dari kejahatan dari kegiatan ilegalnya.

Keberadaan 11 speedboat ditemukan secara bertahap di tempat yang berbeda-beda di sekitar pulau Liago, dengan kondisi kunci dan baling-baling dicabut yang diduga sengaja untuk menghambat penyidik.

“Tim khusus akan terus mengembangkan potensi adanya tindak pidana lain yang dilakukan Hasbudi dan serta pihak-pihak lain yang terafiliasi bahkan membantu kejahatan,” pungkas Daniel.

Penulis: Budi Anshori | Editor: Rachmat Rolau

 

Tag: