Polisi Samarinda Ungkap 2 Kg Sabu, Pengendalinya Dari Lapas Tenggarong

Polresta Samarinda merilis pengungkapan 2 Kg sabu yang dikendalikan penghuni Lapas Tenggarong di Kutai Kartanegara. (Foto : Niaga Asia)

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Polisi di Samarinda menggagalkan peredaran 2 kg sabu dari tangan kurir, Abdullah (31), warga Muara Badak, Kutai Kartanegara. Pengendalinya, napi Lapas IIB Tenggarong, di Kutai Kartanegara.

Penangkapan Abdullah, dilakukan tim Satreskoba Polresta Samarinda, Selasa (11/2) malam, sekira pukul 21.30 WITA di jalan poros kota Samarinda menuju Bontang, kawasan Sungai Siring, di Samarinda.

Saat itu, Abdullah tengah mengendarai motor. Polisi yang mengendus adanya pengiriman sabu ke Bontang, menyergap Abdullah di jalan. Barang bawaannya digeledah, ditemukan kotak-kotak wafer berisi paketan sabu dengan berat total 2 kg.

“Dikemas dalam kotak supaya tidak terlalu dicurigai,” kata Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman, dalam penjelasannya kemarin.

Di hadapan polisi, Abdullah mengaku dikontrol melalui telepon, untuk membawa 2 kg sabu itu, ke Bontang. Dia akan mendapatkan upah, apabila berhasil mengantar ke penerimanya di Bontang.

“Dia (Abdullah) diupah Rp2 juta. Setelah kami periksa, pengendalinya adalah penghuni Lapas Tenggarong,” ujar Arif.

Pengakuan Abdullah, dia adalah pemain baru di bisnis haram itu. “Baru pertama kali. Untuk asal usul sabu 2 kg ini, masih kita dalami keterangannya. Sudah kami kantongi identitas penghuni Lapas Tenggarong. Dia dihukum sekitar 1 tahun lebih di Lapas,” terang Arif.

Diwawancarai wartawan, Abdullah mengaku terpaksa jadi kurir sabu, lantaran terdesak kebutuhan ekonomi untuk membantu orangtuanya. Menurut dia, temannya yang mendekam di Lapas Tenggarong, satu kawasan tinggal di Muara Badak.

“Saya belum terima upah Rp2 juta. Baru terima kalau sudah sampai Bontang. Kalau sabunya, saya ambil di semak-semak di jalan (poros Samarinda-Bontang),” sebut Abdullah. (006)