aa
Ilustrasi media sosial. (Hak atas foto EPA Image caption)

TARAKAN.NIAGA.ASIA – Masyarakat kota Tarakan kembali dihebohkan dengan informasi palsu alias hoaks terkait virus Corona (COVID-19) di media sosial, menyusul penyebaran sebuah rekaman suara yang mengatakan ada warga Tarakan menjadi korban kejahatan hipnotis, saat si pelaku melakukan penyemprotan disinfektan.

Dalam rekaman suara yang berdurasi 36 detik itu, seorang yang tidak diketahui identitasmya menjelaskan bahwa ada satu keluarga yang beralamat di Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Tarakan Barat, menjadi korban kejahatan hipnotis.

Pria yang melaporkan itu menyebutkan si pelaku berpura-pura menjadi petugas penyemprotan disinfektan. Tidak hanya itu, orang yang menjelaskan di rekaman tersebut juga membeberkan kalau si pelaku menggunakan baju batik, dengan ciri-ciri bertubuh kecil dan berwajah bopeng.

Akibat aksi hipnotis itu, disebutkan uang hasil jualannya dan emas korban ludes dirampas pelaku. Rekaman ini juga sudah diterima KBO Sat Reskrim Muhammad Aldi.

“Masih kita lakukan pendalaman, rekaman ini kita dapat dari seseorang di aplikasi WhatsApp,” kata Aldi, Rabu (1/4).

Dari orang yang memberikan rekaman itu, Aldi menjelaskan, Sat Reskrim sudah melakukan klarifikasi kepada orang memberikan rekaman. Namun demikian, orangnya juga tidak tahu pasti kebenaran rekamannya, karena yang bersangkutan mendapatkan rekaman dari grup WhatsApp lainnya.

“Jadi, rekaman ini didapatnya bukan dari orang yang bersangkutan langsung. Di sisi lain kita menunggu laporan dari korbannya, tapi sampai saat ini belum ada yang melapor,” ungkap Aldi.

Dengan beredaranya rekaman ini secara berantai di medsos, Aldi menegaskan, pihaknya belum bisa memastikan rekaman tersbut betul atau hanya hoaks.

Apalagi, sejauh ini dari kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Kan kita masih mencari dari mana asal rekaman itu, jadi belum bisa dijelaskan rekamannya hoax atau bukan. Jadi kita masih harus melakukan pembuktian dulu,” tegas Aldi.

Di tengah-tengah pandemi Covid-19 ini, Aldi mengimbau, masyarakat Tarakan tetap diminta waspada terhadap aksi kejahatan. Walau saat ini sudah ada himbauan tetap di rumah, ternyata tingkat kejahatan yang terjadi di Tarakan tetap mengalami peningkatan.

“Intinya tetap waspada, tapi kalau memang ada terjadi tindak kejahatan, masyarakat kita minta langsung melaporkan kejadian tersebut ke kepolisan,” tutup Aldi. (003)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *